/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 13:03 WIB
Kolase foto Kapten Vincent Raditya bersama Fanny Margaretha.  Kapten Vincent mengatakan jika semua orang pasti punya masa lalu dan kesalahan. (instagram.com/fannymargarett)

"Saya bertanggung jawab dan saya take care dia. Bahkan dari dulu," ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Kapten Vincent Raditya menjelaskan soal pernikahannya yang terbilang cepat dan menggegerkan.

Dia mengakui memang ada hambatan karena persoalan pendidikan.

Kapten Vincent Raditya mengatakan, dirinya sudah lama akan menikahi Fanny, akan tetapi hal itu terkendala dengan proses pendidikan yang tengah dijalani.

"Memang tadinya kita sudah menikah dari lama, tapi sayang sekali karena kemarin kan saya sama dia juga satu bulan," katanya. 

"Karena kita nggak tahu tuh sekolahnya (Fanny) kapan. Berangkatnya bisa mendadak kapan saja," ucap Kapten Vincent Raditya. 

"Akhirnya saya sekolah satu bulan, saya harus tinggalin. Dan kita harus proses menikah setelah pulang dari sekolah itu," bebernya.

Lebih dari itu, Kapten Vincent Raditya mengatakan jika setiap diri seseorang memiliki masa lalu, sama seperti dirinya.

Namun tegas dia, sebagai pribadi, dirinya tetap menyelesaikan setiap masalah yang datang.

Baca Juga: 3 Hari Menikah, Ratu Rizky Nabila Hempas Suami yang Lagi Sayang-sayangnya, Penyebabnya Bikin Netizen Ngelus Dada

"Tapi kita tetap selesaikan, dan kita yang menjalani hidup," kata Kapten Vincent Raditya. 

"Terserah orang-orang mau menilai dan menganggap kita gimana," katanya lagi. 

"Setiap orang saya percaya ya pasti punya masa lalu," ucap Kapten Vincent Raditya. 

"Pasti punya kesalahan. Pasti punya dosa. Kita makhluk sosial," ucap Kapten Vincent Raditya. 

"Nggak ada yang nggak ada dosa sih. Semua punya dosa," kata dia. 

"Saya punya dosa. Saya punya kesalahan. Saya mengakui kesalahan saya," ucap Kapten Vincent Raditya menjelaskan.

Sementara itu, Kapten Vincent Raditya juga menjawab pertanyaan mengapa pernikahannya tertutup.

"Tadinya kek begitu (pernikahan tertutup). Tapi karena sudah terlanjur diancam begitu, nggak apa-apa kita buka sekalian," katanya. 

"It's okay. faktanya sudah terjadi. Terserah mereka menganggap seperti apa, menjelekkan seperti apa," kata dia. 

"Namanya juga ada cinta dan benci, itu semua kita yang ngerasain kok," ucapnya lagi. 

"Kita susah senang, kita yang ngerasain. Orang lain juga cuma bisa melihat dari sudut angle tertentu doang," tuturnya. (*)

Load More