SuaraBandung.Id- Banyak terjadi kasus maag kambuh disertai nyeri, ternyata bukan karena telat makan, dr. Zaidul Akbar bongkar fakta dan cara ampuh sembuhkan maag.
Ya, banyak terjadi pada sebagian besar orang yang menderita penyakit maag sering kali mengira jika maag kambuh lantaran telat makan atau terlalu sering konsumsi makanan asam dan pedas.
Namun, anggapan umum ternyata tak sepaham dengan pandangan oleh dr. Zaidul Akbar. Lantas apa yang menyebabkan sakit maag bisa kambuh dan cara ampuh mengatasinya? Simak penjelasan berikut.
Menurut dr. Zaidul Akbar yang merupakan dokter yang terkenal dengan jurus sehat ala Rasulullah ini menyatakan jika sakit maag bisa kambuh bukan karena anda telat makan.
“Solusi pertama jangan stres. Maag itu bukan karena telat makan. Sebab persepsi itu sering banget di masyarakat, telat makan maag, gitu terus. Padahal, puasa telat enggak makan? Telat banget. Tapi ternyata sehat-sehat aja tuh,” kata dr. Zaidul Akbar.
Nah, sakit maag bisa yang kambuh ternyata bisa sembuh jika rutin konsumsi ramuan herbal air rendaman kurma. Untuk alternatif lain, dokter yang kerap disapa ustadz itu menyarankan untuk rutin minum air jeruk nipis yang dicampur dengan madu.
“Rasa jeruk nipis memang asam, tapi sifatnya gak asam. Dia bersifat alkali, mengandung kalium, magnesium, segala macam. Itu obat paling mudahnya,” kata dr. Zaidul Akbar.
Tak hanya itu, dr. Zaidul Akbar juga menyarankan agar penderita maag juga mengonsumsi rimpang-rimpangan.
“Atau kalau mau rimpang-rimpangannya banyak, bikin sup, supnya banyakin kayu manisnya. Kayu manis itu bisa dipakai untuk maag juga. Jahe juga bisa,” terang dia.
Baca Juga: 14 Link Download MIUI 14 Beta HP Xiaomi, Lengkap!
Namun, beberapa orang meragukan apakah benar madu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi maag? Karena madu itu sendiri merupakan karbohidrat kompleks.
“Kalau ada informasi dari Nabi atau dari Allah, yakin aja lah. Belum pernah ada saat ini ada orang kena penyakit apa pun yang berat-berat, misalkan kencing manis, orang kena sakit maag, gara-gara minum madu. Ada enggak? Enggak ada,” tegas dr. Zaidul Akbar.
Penggagas buku Jurus Sehat Rasulullah itu menegaskan, saat ini banyak orang menderita penyakit diabetes, maag atau yang lain, justru karena konsumsi gula berlebihan dan bukan karena madu.
Jadi, perkara madu karbohidrat kompleks, memang karbohidrat kompleks. Bisa enggak kita beri? Kalau saya memang menyarankan minum madu, karena memang ada dalilnya di situ. Kata siapa? Kata Allah dan Rasulullah. Mau percaya Allah sama Rasul atau percaya yang di luar sana?” kata dr. Zaidul Akbar balik bertanya.dr Zai
Berita Terkait
-
Kelakuan 12 Zodiak saat Jatuh Sakit, Siapa yang Paling Rewel?
-
Nyi Hyang Sakit, Anne Ratna Mustika Diduga Salahkan Dedi Mulyadi: Ngasuh Anak Bukan Hanya Kebutuhan Konten!
-
Tingkatkan Layanan, SILO Hadirkan Homecare Services di 41 Rumah Sakit
-
Benarkah Berobat di Rumah Sakit Pakai BPJS Kesehatan Bakal Lama dan Ngantri?
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Kopi Philips Terbaik 2026
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat
-
Irit Bicara di Hari Pernikahan Teuku Rassya, Tamara Bleszynski: Semoga Bahagia, Bye Bye
-
3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?
-
8 Kesalahan yang Bikin Mesin Cuci 1 Tabung Cepat Rusak, Ibu-ibu Harus Waspada!
-
Novel Padang Bulan: Antara Cinta dan Mimpi yang Sama-sama Harus Dikejar
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah