Kemudian konten video tersebut jugaberisi cuplikan wawancara Ahok di sebuah stasiun televisi terkait ambisinya untuk menjadi Presiden RI.
Akan tetapi di dalam video tersebut, sama sekali tidak ada pernyataan Megawati terkait pengumuman duet Ganjar dan Ahok dalam Pilpres 2024.
Dan fakta lainnya adalah, PDIP hingga saat ini belum mengumumkan siapa yang akan dicalonkan menjadi capres atau cawapres.
PDIP juga belum menentukan apakah petugas partai atau bukan yang nantinya akan diusung.
Jadi, tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai keputusan resmi PDIP terkait paslon yang akan diusungnya seperti dalam konten yang viral tersebut.
Untuk foto thumbnail dalam video itu juga dipastikan merupakan hasil editan atau suntingan dari 2 foto berbeda, bukan dari momen pengumuman paslon Ganjar dan Ahok.
Terbaru, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat menjelaskan bahwa Ketum Megawati Soekarnoputri yang akan mengumumkan bakal capres pada tahun ini. Pengumuman itu sendiri diprediksi oleh kalangan PDIP akan diumumkan saat HUT ke 50 PDIP pada 10 Januari 2023.
Sejauh ini, nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo memang santer dikabarkan bakal menjadi kandidat terkuat sebagai capres dari PDIP.
KESIMPULAN
Baca Juga: Ogah Minta Uang Suami, Maia Estianty Akui Gengsi: Karena Kita Udah Biasa Kerja Sendiri
Dari penjelasan di atas, maka kabar PDIP resmi mengumumkan akan mengusung Ganjar dan Ahok sebagai pasangan capres-cawapres di Pemilu 2024 adalah hoaks.
Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Jangan Kritik Ganjar Pranowo Soal Banjir Semarang, Rizal Ramli aja Dibut 'Babak Belur'
-
Gubernurnya Sibuk Dicalonkan Jadi Presiden, Begini Kondisi Banjir Semarang Jawa Tengah hingga Korban Jiwa Berjatuhan
-
Mantan Dosen UI Sebut Massa Anies Baswedan hanya Seputaran Masjid hingga Singgung Nunggu Amplop
-
Jokowi Makin Sibuk 'Jualan' Ganjar Pranowo Jelang Tutup Jabatan, Presiden Dihajar: Bukannya Tuntaskan Masalah...
-
Sekjen PDIP Berani 'Tampar' Petugas Partai Jokowi Gara-Gara Percaya Diri Sebut Jabatan Presiden 2024 Jatah Prabowo, Relawan: untuk Apa Ada KPU
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga