SuaraBandung.id - Lama dinanti, presenter Daniel Mananta akhirnya buka soal juga soal mualaf.
Presenter Daniel Mananta menceritakan bagaimana dirinya dekat bersama Ustaz Abdul Somad alias UAS.
Dalam satu kesempatan, Daniel Mananta menjelaskan jika keyakinannya tentang beragama ada yang 'menggoreng'.
Terkait soal mualaf tersebut Presenter Daniel Mananta akhirnya buka suara dan meluruskan tentang apakah benar dirinya pindah agama.
Awalnya beredar kabar jika Daniel Mananta pindah keyakinan dari Kristen menjadi muslim atau mualaf.
Dalam perbincangan bersama Ustaz Felix Siauw di podcastnya yang diunggah di akun Youtube Daniel Mananta Network, pada Senin (16/1/23), sang presenter menjelaskan yang sebenarnya.
Daniel Mananta dalam obrolan seru itu sempat menyinggung soal dirinya dikatakan sudah mualaf oleh banyak orang.
Beredarnya isu dirinya mualaf setelah mengikuti satu kajian keagamaan Ustaz Abdul Somad alias UAS.
Dengan adanya isu tersebut, Daniel Mananta malah muncul pemahaman jika yang Kristen takut diislamkan, begitu sebaliknya. Yang Islam takut dikristenkan.
"Yang Kristen takut diislamisasi, yang Islam takut dikristenisasi," kata Daniel Mananta.
Dari sana Daniel Mananta menilai jaka akan ada tembok besar sebagai penghalang untuk kerukunan.
Baca Juga: Fajar dan Rian Berterima Kasih Kepada Seluruh Fans, Begini Ungkapan yang Disampaikan Keduanya
Untuk mencapai kerukunan beragama, bukan berarti harus masuk dalam satu agama agar sama, melainkan saling menghormati, agar tidak ada pikiran negatif.
"Kalau kita berdua sama-sama takut, akhirnya kita berdua membangun sebuah tembok dan akhirnya ketika di balik tembok kita mulai memikirkan hal-hal negatif orang lain," ujar Daniel.
Dari sana, dirinya mengaku heran lantaran pertemuan dan pertemanan bersama UAS malah disalahartikan.
Daniel Mananta tidak ada membantah atau menyangkal, akan tetapi lebih menjelaskan bahwa pertemuannya bersama UAS karena alasan pertemanan.
"Apa yang terjadi ketika gue ketemu sama Ustaz Abdul Somad sebagai teman aja," kata dia.
"Cuma datang, berteman. Sama ketika gue ngobrol sama Felix Siauw berteman saja, kita menjadi teman, kita bangun hubungan," jelas Daniel.
Berita Terkait
-
Mengejutkan! Ariel Tatum Ngaku Mati Rasa hingga Coba Tiga Kali Bunuh Diri
-
Meskipun Tak Merasa Risih, Isu Naysila Mirdad Mualaf Tidak Begitu Saja Hilang, Ini Kata Sang Ayah
-
Bukan Hanya Reino Barack yang Bucin Akut, 4 Pria Ini Juga Pernah Jamah Bagian Tubuh Syahrini Paling Seksi
-
Bersabar dan Bersyukur, Dapat Apa? Ustaz Abdul Somad: Allah Kasih
-
Buya Yahya Ungkap Pesan Penting bagi Orang yang Ingin Menjadi Mualaf
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Juventus Tak Mampu Kalahkan Jay Idzes Cs, Begini Luapan Kekecewaan Spalletti
-
5 Trik Jitu Jaga Kue Kering Lebaran Tetap Awet Renyah!
-
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran
-
6 Mobil Murah 3 Baris 1000cc: Pajak tak Mencekik, Irit Bensin, Pas Buat Keluarga Muda
-
Gelar Salat Id Perdana di Masjid Barunya, Ivan Gunawan Terapkan Aturan Ketat Buat Marbot
-
Review Jujur: Apa Kata Buku 'Muslim Milenial' Tentang Tren Hijrah dan Startup Islami?
-
Bukan Serial Drama, Inside Men Akan Diadaptasi Jadi Film Prekuel Trilogi
-
Remittance Migrant BRI Naik 27,7%, 1,2 Juta Agen Siap Layani
-
BRI Catat Remittance Migrant Naik 27,7% Jelang Lebaran 2026
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah