- Pengamat pasar modal memprediksi nilai tukar rupiah akan mengalami tekanan besar dan bergerak sideway pada perdagangan Senin, 11 Maret 2026.
- Rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp17.320 hingga Rp17.480 per dolar AS, bergantung pada situasi konflik di Timur Tengah.
- Faktor ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga minyak, serta arus modal keluar menjadi beban berat bagi stabilitas nilai tukar domestik.
Suara.com - Nilai tukar kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan mengalami tekanan besar pada pembukaan perdagangan, Senin, 11 Maret 2026
Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy, mengatakan rupiah akan masuk fase sideway, seiring dengan tingginya ketidakpastian dalam prediksi rupiah besok.
Ia menjelaskan, faktor kekhawatiran pasar terhadap kondisi iskal dan pasar modal dalam negeri juga menjadi beban tambahan bagi rupiah. Jika tidak terjadi eskalasi konflik baru di Timur Tengah malam ini, rupiah masih akan mencapai Rp 17.480 per dolar AS.
"Rentang nilai tukar rupiah yang realistis berada di kisaran Rp 17.320 hingga Rp 17.480 per dolar AS. Kalau tidak ada eskalasi baru dari Timur Tengah malam ini, saya melihat range realistis besok sekitar Rp 17.320 – Rp 17.480 per dokar AS," kata Budi saat dihubungi, Suara.com, Minggu (10/5/2026).
Ia juga mengingatkan bisa saja rupiah ada di level Rp 17.500. Angka ini menjadi resistansi psikologis yang krusial. Namun, level ini bisa saja tidak terjadi.
Lantaran, adanya sentimen global yang membaik atau harga minyak dunia terkoreksi tajam. Sentimen ini berpotensi mencoba kembali rupiah ke area Rp 17.250 hingga Rp 17.300 per dolar AS.
"Resistance psikologis tetap di area Rp 17.500. Sedangkan kalau ada perbaikan sentimen global atau oil turun tajam, rupiah bisa kembali mencoba area Rp 17.250 – Rp 17.300," katanya.
Budi menambahkan, sentimen negatif masih mendominasi pasar akibat meningkatnya tensi geopolitik Iran dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang belum stabil.
Selain itu, derasnya arus modal keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets) serta sentimen penguatan dolar AS yang masif memperberat langkah ekonomi global dalam menjaga stabilitas nilai tukar domestik.
Baca Juga: Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
"Kalau melihat sentimen terakhir, saya prediksi rupiah besok masih cenderung dibuka melemah tipis atau sideways dengan tekanan tetap besar. Meskipun, peluang technical rebound kecil tetap ada setelah intervensi Bank Indonesia (BI) yang cukup agresif," tegasnya.
Untuk itu, Budi berharap langkah intervenso pemerintah dan bank sentral diharapkan mampu menahan volatilitas. Hal ini agar posisi rupiah tidak merosot lebih dalam di tengah ketidakpastian pasar finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya
-
Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR
-
Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU
-
Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara