SuaraBandung.id - Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali digeruduk Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Barat (ALMA Jabar) pada Selasa (24/1/2023).
Aksi unjuk rasa itu, merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh Mahasiswa ALMA Jabar.
Koordinator Aksi Muhamad Ari mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut masih menyoroti soal kinerja PN Bale Bandung dalam menangani beberapa kasus.
Menurutnya, PN Bale Bandung kerap menutupi beberapa kasus yang menyorot perhatian publik, salah satunya kasus yang melibatkan mantan Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara.
"Ini kesekian kalinya, kami menggelar aksi. Tuntutannya tetap sama, kami meminta pihak PN Bale Bandung untuk terbuka dalam menangani kasus yang menyorot perhatian publik," katanya ditemui di PN Bale Bandung.
Pihaknya menilai, selama sidang yang melibatkan tokoh publik, PN Bale Bandung cenderung memberikan eksklusifitas bagi para terdakwa.
Dalam kasus yang melibatkan mantan anggota DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara saja, kata dia, banyak saksi yang tidak bisa dihadirkan oleh PN Bale Bandung.
"ke depannya meminta agar setiap apa yang dibuat hari ini, apa yang hari ini menjadi kewajiban seorang terdakwa dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Tanpa meninggalkan kewajiban dia, di mana kami melihat sebelumnya, beberapa panggilan beliau banyak mangkir," terangnya.
Seharusnya, lanjut dia, meski terdakwa merupakan seorang pejabat publik, akan tetapi perlakuan di mata hukum harus tetap sama.
Baca Juga: 5 Pasutri Artis yang Masih Ngontrak Rumah, Ada yang Terpaksa Karena Syuting Striping
"Meski dia mantan ketua DPRD, seharusnya dapat disikapi sebagaimana umumnya masyarakat biasa karena dia pun adalah masyarakat indonesia," tuturnya.
Mengingat besok, Rabu (25/1/2023) PN Bale Bandung menjadwalkan sidang tuntutan untuk terdakwa Irfan Suryanagara, pihaknya meminta keadilan bisa ditegakkan di PN Bale Bandung.
Ia berharap hakim atau PN Bale Bandung bisa mengabulkan tuntutan yang akan disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Kami berharap hakim dapat bersikap seadil-adilnya, karena pengadilan ini tempatnya orang atau rakyat berharap keadilan, sekarang kalau seandainya sikap PN Bale Bandung tak adil, artinya bagaimana mendapatkan keadilan di negara ini," terangnya.
Masa aksi tidak hanya melakukan orasi secara bergiliran. Namun, juga melakukan aksi teaterikal dengan menutup mata sebagian mahasiswa.
Kemudian, mahasiswa yang sudah di tutup matanya itu berdiri di depan masa aksi sambil membawa tulisan-tulisan yang bernada protes.
Para mahasiswa tersebut secara bergiliran melakukan orasinya dan meminta pihak PN Bale Bandung datang mendengarkan secara langsung tuntutan mereka.
"Aksi menutup mata ini, menunjukan sikap PN Bale Bandung yang kami lihat, seakan menutup mata, atas kasus yang ada yang menjerat mantan ketua DPRD Jawa barat hari ini, yakni Irfan Suryanagara," kata Ari.
Pihak PN Bale Bandung Beri Tanggapan
Menanggapi aksi itu, juru Bicara PN Bale Bandung Sihabudin, mengaku sejak pertama kali mahasiswa menggelar aksi, pihaknya telah mencatat beberapa hal.
Catatan tersebut, kata dia, telah menjadi perhatian bagi pihak PN Bale Bandung.
"Bahwa apa yang disampaikannya itu bagian dari perhatian kami," jelasnya.
Ia menjamin, PN Bale Bandung atau Majelis Hakim akan bersikap profesional menangani kasus-kasus besar seperti kasus Irfan Suryanagara.
"akan mengadili dengan seadil-adilnya. Memeriksa perkara secara berimbang dan memutus secara adil, juga berdasarkan," tuturnya.
Bahkan, untuk membuktikan komitmennya pihak PN Bale Bandung mempersilahkan rekan-rekan mahasiswa untuk turut serta mengawal persidangan.
Apabila terjadi penyimpangan, sambung dia, pihaknya mempersilahkan para mahasiswa untuk melaporkan penyimpangan tersebut.
"Kami persilahkan untuk turut serta mengontrol mengawasi jalannya persidangan. Sekiranya ada penyimpangan silahkan laporkan, ke pengadilan negeri. Dan pengaduan akan ditindak lanjuti. Jangan khawatir akan diberi informasi perkembangan dari laporannya," tuturnya.
Menurutnya, setiap putusan yang diambil oleh Majelis Hakim bisa dipertanggungjawabkan oleh PN Bale Bandung.
"bahwa majlis hakim memutus perkara dengan seadil-adilnya, tentunya dengan proporsi sebagai hakim.Setiap putusan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dan dipertanggungjawabkan," ungkapnya.
Dikawal Kepolisian
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan sebanyak 100 personel diturunkan antara petugas kepolisian dan TNI.
Ia mengatakan, jumlah pasukan pengamanan aksi massa tersebut telah disesuaikan dengan surat pengajuan izin dari ALMA Jawa Barat.
"Pengamanan kami lakukan sesuai laporan dari PN Bale Bandung, dan informasi dari Aliansi Mahasiswa Jawa Barat yang akan menyampaikan pendapatnya di muka umum," kata Kusworo.
Ia mengaku akan menjamin, bahkan melindungi aksi massa oleh siapapun, lantaran menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi Undang-Undang.
Namun, kata dia, aksi masa yang dilakukan ALAM Jawa Barat itu harus tetap kondusif, tidak berbau anarkisme.
"Kami sebagai aparat menjamin adanya kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum yang aman tertib kondusif, tidak ada yang melakukan anarkis tak ada yang merugikan masyarakat sekitar, dan mengganggu jalannya persidangan," jelas Kusworo.
Pihaknya mengatakan tuntutan mahasiswa tersebut, cukup sederhana. Mereka, lanjut dia, hanya menginginkan perkara sidang yang melibatkan Irfan Suryanagara bisa berlangsung dengan adil.
"Tuntutannya adalah agar pengadilan melaksanakan persidangan dengan seadil-adilnya, dan memberikan vonis seberat-beratnya," terangnya.
"Dari Pihak PN Bale Bandung juga ada perwakilan yang menyikapi atau menindak lanjuti. Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan sudah diterima oleh mahasiswa dan membubarkan dari dengan kondusif tertib," tambahnya.
Berita Terkait
-
Pemalsuan Putusan Perkara Narkoba, 4 Hakim Tinggi PT Tanjungkarang Diperiksa
-
Gak Cuma Menguntungkan! Inilah 3 Alasan Kenapa Mahasiswa Harus Berwirausaha
-
Pengalaman Riko Naufal Kuliah di Negeri Seberang Setelah Ikut Program Pertukaran Mahasiswa PHR ke Vietnam
-
Disomasi, Apakah yang Dimaksud Dengan Somasi?
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Mike Kleijn Pemain Keturunan Surabaya Anak Didik Arne Slot Cetak Prestasi di Belanda
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Baru 16 Tahun, Nabila Misha Rilis Koleksi Busana Lebaran 2026
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Lupakan Kegagalan Lalu, John Herdman Janjikan Kebahagiaan Untuk 280 Juta Rakyat Indonesia
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Antara Mama, Cinta, dan Surga Angkat Realitas Pahit Ekspektasi Orangtua Batak
-
Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM
-
1100 Hari Absen karena Cedera ACL, Eks Barcelona dan AC Milan Mengaku Mendapat Mukjizat
-
Ricuh di Terowongan San Siro Usai Inter vs Juventus, Chiellini Terancam Sanksi