- Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menyelidiki kericuhan terowongan setelah laga Inter Milan versus Juventus di San Siro.
- Petinggi kedua klub, termasuk Chiellini dan Marotta, terlibat adu mulut sengit dengan perangkat pertandingan saat jeda.
- Sanksi berupa denda atau larangan aktivitas mengancam beberapa tokoh klub berdasarkan laporan resmi wasit.
Suara.com - Duel panas antara Inter Milan dan Juventus di ajang Serie A belum benar-benar usai.
Dua hari setelah laga di San Siro, polemik justru memanas akibat kericuhan di terowongan stadion yang kini dalam penyelidikan resmi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Sejumlah petinggi klub disebut terlibat adu mulut sengit saat jeda pertandingan. Sanksi pun mengancam.
Kontroversi bermula dari keputusan wasit Federico La Penna yang mengusir pemain Juventus, Pierre Kalulu, usai dianggap melakukan pelanggaran kepada Alessandro Bastoni.
Ketegangan memuncak saat jeda babak pertama. Direktur Juventus Giorgio Chiellini bersama petinggi klub Damien Comolli mendatangi perangkat pertandingan untuk melayangkan protes keras.
Berdasarkan laporan wasit, keduanya berpotensi dijatuhi sanksi berupa denda atau larangan beraktivitas dalam jangka waktu tertentu.
Situasi semakin panas ketika pelatih Juventus, Luciano Spalletti, disebut terlibat adu argumen dengan Presiden Inter, Giuseppe Marotta.
Tak berhenti di situ, manajer tim Inter, Riccardo Ferri, juga dikabarkan bersitegang langsung dengan direktur teknik Juventus, François Modesto.
Petugas keamanan stadion akhirnya turun tangan untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi insiden fisik.
Baca Juga: Hasil Serie A Italia: Penyelamatan Krusial Emil Audero Bikin Pemain Genoa Frustasi
Pihak FIGC seperti dilansir dari Calciomercato, telah membuka investigasi resmi atas insiden tersebut.
Hakim olahraga Gerardo Mastrandrea dijadwalkan mengeluarkan keputusan dalam waktu dekat, meski tidak menutup kemungkinan adanya penyelidikan tambahan melalui laporan inspektur federasi yang hadir di stadion.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras
-
Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola
-
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen
-
Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda
-
Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger
-
Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari
-
Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang
-
Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri
-
Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?
-
Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah