SuaraBandung.id - Menurut Studi Indelix, berdasarkan pada Hasil Indeks Literasi Digital Ekonomi Indonesia 2022 menyatakan ada 10 nama kota dan kabupaten terpilih
5 besar kategori kota dan 5 besar kategori kabupaten yang meraih peringkat teratas untuk indeks Literasi Ekonomi Digital ini.
Pencapaian tersebut tentu patut untuk diapresiasi oleh seluruh kalangan baik pihak yang berkontribusi dalam membuat program atau pun penerima manfaat program terkait.
Studi Indelix sendiri adalah sebuah program yang digagas oleh Litbang Kompas bersama Lazada Indonesia. Dikutip dari akun instagram @humas_bandung oleh bandung.suara.com pada Selasa (31/1/2023).
Lebih lanjut, Studi Indelix juga didukung oleh Kemenko Perekonomian. Berikut adalah Hasil Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022.
5 Besar Kategori Kota
Hasil Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022, terdapat 5 kota besar yang terpilih sebagai peraih skor tertinggi berdasarkan studi yang dilakukan Indelix yakni
1. Kota Bandung dengan skor 5,34
2. Kota Yogyakarta dengan skor 5,31
3. Kota Bekasi dengan skor 5,22
Baca Juga: Siang sampai Petang Hujan Lebat, Prakiraan Cuaca Bandung , Selasa 31 Januari 2023
4. Kota Jakarta Selatan dengan skor 5,05
5. Kota Depok dengan skor 5,05
Untuk skala skor yang digunakan adalah interval 1 sampai 7. Artinya semakin besar skor yang didapatkan sebuah wilayah, semakin tinggi pula indeks literasi digital ekonomi pada wilayah tersebut.
5 Besar Kategori Kabupaten
Sedangkan untuk kategori Kabupaten terdapat 5 besar nama kabupaten yang terpilih diantaranya:
1. Kabupaten Sleman dengan skor 5,00
2. Kabupaten Bantul dengan skor 4,55
3. Kabupaten Sidoarjo dengan skor 4,30
4. Kabupaten Bandung dengan skor 4,27
5. Kabupaten Bekasi dengan skor 4,25
Terpantau studi tersebut dilaksanakan mulai dari bulan Mei hingga Oktober tahun lalu.
Adapun jumlah kota dan kabupaten di Indonesia yang terlibat sebagai objek dalam penelitian ini berjumlah 514 wilayah.
Terdapat lima ndikator yang menjadi pertimbangan dalam menilai indeks literasi ekonomi digital ini, diantaranya adalah
Penciptaan lapangan kerja, infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, pengadopsian inovasi dan teknologi bahkan pemberdayaan masyarakat. (*)
Sumber: Akun Instagram bdg.humas
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pakai Inhaler Asma saat Puasa, Membatalkan atau Tidak? Ini Penjelasan Hukumnya
-
Polemik Konten Anak Jadi WNA, LPDP Ingatkan Dwi Sasetyaningtyas soal Etika?
-
Review Film CAPER: Amanda Manopo Ungkap Sisi Kelam Teror Pinjol Ilegal
-
Pratama Arhan Naik Meja Operasi, Bangkok United Ungkap Kondisi Bek Timnas Indonesia
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti
-
Cara Hitung Dana Beasiswa LPDP Arya Pamungkas Iwantoro yang Harus Kembali ke Negara
-
UEFA Skors Sementara Prestianni usai Dugaan Rasialisme terhadap Vinicius Junior
-
4 Inspirasi Outerwear ala Lee Sung Kyung untuk Daily Look yang Chic dan Effortless
-
Dick Advocaat Mundur, Eks Pelatih Calvin Verdonk Tangani Curacao di Piala Dunia 2026