News / Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:53 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI, Kamis (11/6/2026). (bidik layar video DPR RI)
Baca 10 detik
  • Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran Rp15,5 triliun dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI Jakarta.
  • Dana tersebut digunakan membiayai pembangunan tahap kedua dan ketiga guna memenuhi target IKN beroperasi penuh tahun 2028.
  • Tambahan anggaran juga mencakup alokasi biaya operasional serta pemeliharaan infrastruktur gedung dan jalan yang telah selesai dibangun sebelumnya.

Suara.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, secara resmi mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun dalam Pagu Anggaran 2027.

Langkah ini diambil guna memastikan target Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk siap menjadi ibu kota negara sepenuhnya pada tahun 2028 dapat tercapai.

Usulan tersebut dipaparkan Basuki dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI yang berlangsung di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Basuki menjelaskan, bahwa total kebutuhan anggaran OIKN untuk tahun 2027 mencapai Rp22,2 triliun, namun dana yang dialokasikan saat ini masih jauh dari mencukupi.

"Telah dialokasikan dalam pagu indikatif sebesar Rp6,7 triliun, sehingga masih terdapat kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun," ujar Basuki.

Rincian dari tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan IKN tahap (batch) kedua periode 2025-2027 sebesar Rp7,4 triliun.

Selain itu, dana sebesar Rp8 triliun juga dibutuhkan untuk pembangunan batch ketiga yang menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears) untuk periode 2026-2028.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Sehingga tujuan dari Perpres 79/2025 tahun 2025 untuk menjadikan kawasan IKN menjadi ibu kota negara tahun 2028," katanya.

Baca Juga: 5 Hari Hilang di Hutan IKN, Pemburu Ini Ditemukan Hidup secara Ajaib

Selain untuk pembangunan fisik, Basuki juga menekankan pentingnya biaya operasional serta pemeliharaan infrastruktur yang telah selesai dibangun.

Setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp96 miliar untuk menjaga kualitas fasilitas yang sudah ada di kawasan IKN.

"Jadi ini untuk gedung-gedung atau jalan yang sudah terbangun, pemeliharaannya ditugaskan kepada Otorita dan kami membutuhkan biaya pemeliharaan sebesar Rp96 miliar," pungkas Basuki.

Load More