Bola / Bola Indonesia
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:56 WIB
Persija Jakarta vs Persib Bandung (IG Persib)
Baca 10 detik
  • I.League telah merilis hasil penilaian kelayakan infrastruktur stadion untuk kompetisi musim 2026/2027.

  • Hasil evaluasi awal belum bersifat final karena setiap venue wajib melewati inspeksi lanjutan.

  • Sejumlah tim Super League memilih berbagi stadion kandang demi memenuhi standar lisensi klub.

Suara.com - I.League resmi mengumumkan hasil evaluasi infrastruktur stadion yang diajukan 18 klub Super League 2026/2027. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan venue untuk menggelar kompetisi Super League musim 2026/2027.

Evaluasi dilakukan terhadap stadion yang diajukan klub sebagai kandang sepanjang musim depan. Penilaian mencakup berbagai aspek infrastruktur guna menjamin pertandingan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, profesional, serta sesuai regulasi yang berlaku.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa proses tersebut menjadi salah satu acuan penting dalam penyusunan dan perencanaan kompetisi musim mendatang.

Foto udara Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/am.

"Evaluasi stadion merupakan bagian dari proses club licensing yang bertujuan memastikan infrastruktur yang diajukan klub memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu dasar dalam perencanaan dan penyusunan operasional kompetisi musim 2026/27,” ujar Ferry Paulus.

Dari hasil penilaian yang dilakukan, sejumlah stadion dinyatakan telah memenuhi tahapan evaluasi infrastruktur dalam Club Licensing Cycle 2025/26. Menariknya, beberapa stadion diajukan oleh lebih dari satu klub, sementara tim-tim promosi juga telah menyiapkan venue kandang mereka untuk menyambut musim baru.

Meski demikian, I.League menegaskan bahwa hasil evaluasi ini belum menjadi keputusan final terkait penggunaan stadion pada Super League 2026/2027.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan pergantian pemain di babak kedua menjadi faktor utama kemenangan timnya atas Persik Kediri dalam lanjutan Liga 1 2026. [Istimewa]

Setiap venue masih harus melalui proses verifikasi lanjutan, inspeksi operasional, serta memenuhi berbagai persyaratan tambahan sebelum mendapat persetujuan akhir.

Selain itu, status penggunaan stadion masih dapat berubah menyesuaikan kondisi infrastruktur, program renovasi, maupun kebutuhan operasional kompetisi.

Khusus Persija Jakarta, Macan Kemayoran kembali mengajukan dua stadion sekaligus sebagai kandang untuk musim 2026/2027, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium.

Baca Juga: Shin Tae-yong Resmi ke Persija, Mampukah Formula Sukses Timnas Terulang?

Sementara itu, Banten International Stadium menjadi stadion yang digunakan oleh dua klub berbeda, yakni Dewa United Banten FC dan Adhyaksa FC. Stadion Indomilk Arena juga diajukan oleh dua tim, yaitu Dewa United dan Persita Tangerang.

Berikut daftar stadion yang telah lolos tahapan penilaian infrastruktur Super League dalam Club Licensing Cycle 2025/2026:

Arema FC — Stadion Kanjuruhan
Bali United FC — Stadion Kapten I Wayan Dipta
Bhayangkara Presisi Lampung FC — Stadion Sumpah Pemuda
Borneo FC Samarinda — Stadion Segiri
Dewa United Banten FC — Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena
Madura United FC — Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan
Malut United FC — Stadion Kie Raha
Persebaya Surabaya — Stadion Gelora Bung Tomo
Persib Bandung — Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Persija Jakarta — Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS)
Persijap Jepara — Stadion Gelora Bumi Kartini
Persik Kediri — Stadion Brawijaya
Garudayaksa FC — Stadion Pakansari
Persita Tangerang — Stadion Indomilk Arena
PSS Sleman — Stadion Maguwoharjo
PSIM Yogyakarta — Stadion Sultan Agung
PSM Makassar — Stadion BJ Habibie
Adhyaksa FC — Banten International Stadium

Load More