SuaraBandung.id - Asmalibrasi, lagu yang dipopulerkan oleh Fanny Soegi sedang menjadi buah bibir yang menyulut munculnya api perdebatan dari dua pakar yang memiliki sudut pandang berbeda.
Pasalnya lirik dari lagu Asmalibrasi itu dihujat habis-habisan sebab dinilai tidak logis, tidak harmonis dan cenderung terasa terlalu memaksakan untuk mengganti setiap kata yang seharusnya bisa lebih sederhana menjadi sulit dipahami.
Hal tersebut dibenarkan secara menyeluruh keberadaannya melalui penyampaian komentar dari para penggemar setelah mendengarkan lagu Asmalibrasi, mereka merasa kesulitan memahami lirik lagu tersebut.
Bahkan komika Arie Kriting pun ikut mempertanyakan polemik terbaru yang melibatkan lagu Asmalibrasi dari Fanny Soegi yang menurut Arie tidak ada masalah apapun, sampai ia mempertanyakan titik masalahnya dimana sebab baginya ia termasuk pendengar yang menikmati lagu tersebut.
"Kok banyak yang kurang sreg sama lirik lagu Asmalibrasi ya? Bagian mananya sih yang kayak gak pas itu? Saya sudah dengar beberapa kali nih ampe lihat video liriknya, tapi gak nemu janggalnya apa," tulis akun Twitter @arie_kriting pada (23/2/2023).
Selain itu ada sebuah komentar yang berasal seorang Ahli Sains atau Engineer, Doktor Irvan Kartawiria. Doktor Irvan menyampaikan alasan dari tidak masuk akalnya lirik yang terdapat pada lagu Asmalibrasi melalui Thread panjang yang melibatkan kata-kata ilmiah dalam ilmu sains.
"Finally, kita bisa menyepakati bahwa satuan dari cinta (jika disamakan dengan asmara) adalah meter dan Hertz (1/detik). Atau kalau mau dipisah: cinta dengan satuan meter; asmara degan satuan Hertz," tulis @Pak_irvan diunggah pada tanggal (18/2/2023) yang kemudian dikutip pada Jumat (24/2/2023).
Doktor Irvan Kartawiria, sebelumnya sempat menjelaskan bahwa pertama kali dirinya mendengarkan lagu Asmalibrasi dari Fenny Soegi, ia langsung tertawa terpingkal-pingkal karena liriknya yang tidak logis itu.
Karena mengingatkan pemilik akun Twitter @Pak_Irvan pada materi pembelajaran kimia dasar atau Chemical Engineering untuk pembahasan 'unit and conversion'. Karena ia sempat mempertanyakan 'bagaimana mengukur cinta' kepada muridnya.
Baca Juga: Perekam Aksi Mario Dandy Aniaya Anak Pengurus GP Ansor Jadi Tersangka, Perannya Tak Kalah Sadis
Jauh sebelum lagu dari Fanny Soegi itu populer, ia menyadari ada beberapa lirik lagu yang menggambarkan satuan dari 'cinta' dengan perspektif yang beragam seperti lagu dari Cherrybelle, Inka Christie, hingga Nike Ardila dan berakhir pada lagu Asmalibrasi.
Ia menolak tegas apabila cinta bisa diukur dengan satuan gelombang melalui penjelasan panjangnya yang kental menggunakan ilmu sains yang telah mahir dikuasainya.
Menanggapi komentar yang demikian terhadap lagu yang dibawakannya, Fanny kemudian mengungkapkan sudut pandang pribadinya terhadap polemik baru nan kuat yang menyerang diri dan karya-karyanya.
Fenny Soegi mengutip perkataan dari Mbah Tejo yang memiliki padanan arti bahwa segala hal yang dibuat dengan campur tangan sastra adalah sesuatu yang sulit untuk diukur dengan logika, apalagi mengejar satu titik yang disebut masuk akal.
"Dari sudut pandangku, sastra sebebas itu walaupun secara linguistik, akademik dll pasti banyak cacatnya. Jadi inget Mbah Tejo pernah bilang "Apa sih yg bukan titipan? nada dan diksi contohnya. Penitipan karya itu lewat alam bawah sadar & kita cuma mediator" Seni, sastra itu gila. Sulit kalau diukur pakai logika. Rahayu," tulis Fenny Soegi satu hari setelah thread itu diunggah.
Jadi bagaimana menurutmu? Apakah sastra dan sains tidak bisa saling bergandengan dalam memahami dan memberikan pandangannya terhadap berbagai persoalan? (*Rahmah Afifah)
Sumber: Twitter Fenny Soegi @fennysoegi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang
-
Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap
-
Sensasi Meniti Awan: Jembatan Kaca Bromo Siap Manjakan Wisatawan Mulai Juni 2026
-
Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai