/
Rabu, 01 Maret 2023 | 11:00 WIB
Penyebab meningkatnya diabetes pada usia anak dan remaja di Kota Bandung karena banyak mengkonsumsi makanan manis dan siap saji ((Pexels/Igor Ovsyannykov))

SuaraBandung.id - Banyaknya tempat makan siap saji dan produk olahan manis menjamur di setiap sudut Kota Bandung.


Namun sering mengkonsumsi hal seperti itu justru mengakibatkan penyakit berbahaya yang bisa mengundang komplikasi, yaitu diabetes melitus


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyebutkan bahwa kasus diabetes melitus pada usia anak dan remaja di Kota Bandung meningkat dari tahun sebelumnya.


Ternyata hal ini disebabkan oleh pola kurangnya aktivitas fisik dan terlalu sering mengkonsumsi makanan atau minuman manis dan siap saji. 


Tak hanya itu, pemeriksaan rutin atau minimalnya setahun sekali ke Puskesmas terdekat pun jarang dilakukan oleh masyarakat.


Menurut Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Bandung, dr. Intan Annisa, pemeriksaan atau skrining ini bisa dilakukan oleh masyarakat secara gratis di Puskesmas.


“Kebanyakan kasus dari diabetes yang terjadi karena faktor pola hidup, pola makan, aktivitas fisik yang kurang, sehingga peningkatan signifikan terjadi pada diabetes tipe dua,” ucapnya.


Menurut Intan beberapa gejala utama dari diabetes yang bisa diperhatikan secara dini yaitu sering buang air kecil, mudah lapar, dan cepat haus. 


Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tahun 2022, kasus diabetes tipe satu pada usia di bawah 15 tahun sebanyak 19 orang dan tipe dua sebanyak 44 orang.

Baca Juga: Bayi Meninggal Diduga Salah Suntik, RSUD Labuang Baji Beri Klarifikasi: karena Adanya Sumbatan di Usus Bawah


Sedangkan pada usia 15-19 tahun ada sebanyak 24 orang mengidap diabetes tipe satu dan 57 orang mengidap diabetes tipe dua.*


(*Yanti)

Sumber: Instagram @humas_bandung (27/2/2023)

Load More