/
Jum'at, 10 Maret 2023 | 11:04 WIB
Sidang perdana Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto] ([Suara.com/Alfian Winanto])

SuaraBandung.id - Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E merupakan ajudan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo


Bharara E ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawati, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.


Dalam putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Bharada E mendapat hukuman paling ringan dibanding tersangka lainnya. 


Benarkah keringanan hukuman tersebut merupakan hadiah dari Jokowi atas kejujuran Bharada E? 


Sebuah sampul dan judul video menarasikan, seolah Presiden Jokowi memanggil Bharada E ke Istana dan memberi hadiah atas kejujurannya. 


Video berdurasi 2 menit 15 detik itu diunggah akun YouTube INFO VIRAL (26/2/2023) berjudul "Berkat Kejujurannya!! Icad Dapat Hadiah dari Jokowi!"


Cek fakta:


Informasi dari unggahan video di atas selanjutnya ditelusuri lebih lanjut oleh tim SuaraBandung.id


Foto pada sampul video adalah hasil editan (rekayasa) 

Baca Juga: Miss V Berdarah saat Malam Pertama? Kata Seksolog Itu Tanda Bahaya Loh


Terlebih, Tim SuaraBandung.id tidak menemukan satu fakta pun (baik deskripsi maupun narasi) dalam video tersebut yang menunjukan Presiden Jokowi memanggil Bharada E ke Istana dan memberinya hadiah keringanan hukuman. 
 
Faktanya, beberapa pertimbangan yang meringkankan hukuman Barada E adalah ia bersedia menjadi Justice Collaborator dan belum pernah dijatuhi pidana


Selain itu, Bharada E sudah meminta maaf dan mendapat pengampunan atas kesalahannya dari keluarga Brigadir J. 


Kesimpulan


Dapat disimpulkan bahwa unggahan video berjudul "Berkat Kejujurannya!! Icad Dapat Hadiah dari Jokowi!" adalah HOAX. 


Bharada E tetap harus menjalani hukuman kurungan 1 tahun 6 bulan dan demosi 1 tahun. 


Konten hoax ini tentu, bisa merugikan banyak pihak, apabila netizen hanya melihat judul ataupun thumbnail video, tanpa menyimak informasi secara menyeluruh.

Load More