SuaraBandung.id – Sempat menggemparkan Indonesia berita penghentian perlindungan LPSK terhadap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menjelaskan dalam podcast Deddy Corbuzier (22/3/23), alasan penghentian tersebut adalah persoalan tidak menggunakan izin.
"Gara-gara tanpa izin. Karena ada dalam perjanjian perlindungan. Perjanjian atara LPSK dengan terlindung terdapat klausul 'Terlindung tidak boleh berhubungan atau berkomunikasi dengan pihak ketiga tanpa ijin, tanpa sepengetahuan LPSK' apalagi media," jelas Hasto Atmojo Suroyo.
LPSK sebenarnya memberikan perlindungan yang sangat baik, dan menurut Hasto Atmojo pelayanannya termasuk prima.
Namun wawancara yang dilakukan oleh Bharada E tanpa seizin dan sepengetahuan LPSK, maka klausul yang ada telah dilanggar, hingga dengan berat hati LPSK harus menghentikan perlindungan.
Bharada E merupakan binaan lapas yang termasuk justice collaborator, sehingga dianggap lebih istimewa dan harus meminta izin terlebih dahulu ke LPSK, untuk melakukan wawancara.
Seharusnya media ataupun orang lain yang ingin mewawancarai Bharada E harus meminta izin ke LPSK.
"Karena dia statusnya adalah binaan lapas, tentu Lapas Salemba juga harus dapat izin. Karena ditempatkan di Bareskrim Polri, Polri juga harus mendapatkan," jelas Ketua LPSK. (*)
Sumber: Youtube Deddy Corbuzier
Baca Juga: Menilik Masjid Agung Solihin Kayuagung: Rumah Ibadah yang Juga Memberdayakan Masyarakat
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo
-
Mobil Harian Harga Mirip Motor 250cc: Mending Hyundai Grand Avega Hatchback, i20, atau Kia Rio?
-
5 Cleansing Balm Lokal Ampuh Hempas Komedo, Wajah Jadi Bersih Seketika!
-
Moisturizer Labore untuk Apa? Segini Harganya untuk Perbaiki Skin Barrier Wajah
-
Respons Berkelas John Herdman Usai Timnas Indonesia Masuk Grup F
-
Diam-diam Rilis Versi Mewah: Suzuki Hadirkan Mobil Pekerja Keras Murah, Bisa Jadi Andalan Keluarga
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026
-
Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka