SuaraBandung.id - Imunisasi dasar sangat penting bagi anak.
Jika imunisasi tidak lengkap dan tidak terpenuhi, maka ada banyak resiko dan konsekuensi yang bisa terjadi pada mereka.
Berikut resiko jika imunisasi dasar anak tidak terpenuhi:
1. Rentan Sakit Berat
Resiko pertama bagi anak yang imunisasinya tidak terpenuhi yaitu lebih rentan mengalami sakit berat. Sakit berat ini dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak, TBC, dan hepatitis B.
2. Anggota keluarga ikut sakit
Resiko ini bisa terjadi bila imunisasi dasar tak terpenuhi. Ini bisa terjadi baik ditularkan dari anak atau anggota keluarga menularkan kepada anak.
3. Penyebab wabah di lingkungan
Salah satu tujuan imunisasi anak adalah untuk mencegah kasus penularan penyakit di kalangan yang rentan berkembangnya wabah
Baca Juga: B'Band Luncurkan Single 'Mu' dengan Nuansa Pop Religi
4. Biaya perawatan tinggi
Jika terserang penyakit maka tentu akan membutuhkan pengobatan dan perawatan di rumah sakit, sehingga bisa memerlukan biaya yang cukup tinggi
5. Turun kualitas hidup
Imunisasi dapat menolong anak agar terhindar dari resiko komplikasi yang bisa mengakibatkan disabilitas, seperti halnya campak yang dapat menjadi penyebab kebutaan
6. Turun harapan hidup
Anak yang tidak menerima imunisasi lengkap dapat menurunkan harapan hidup mereka, karena kemungkinan tertular berbagai penyakit lebih besar saat kanak-kanak
7. Terbatasi untuk bersekolah
Di negara tertentu banyak sekolah yang mensyaratkan imunisasi lengkap untuk murid yang bersekolah. Sehingga jika imunisasi anak tak terpenuhi, bisa menghambat mereka untuk bersekolah. (*/Alina)
Sumber: Instagram @humas_jabar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang