SuaraBandung.id - Ferry Irawan sampaikan alasan selama ini dirinya tak pernah lakukan klarifikasi kepada masyarakat terkait bantahan atas tuduhan dari Venna Melinda.
Adapun alasan yang diungkap Ferry Irawan yakni perihal kondisinya yang kini tengah berstatus sebagai tersangka atas laporan KDRT Venna Melinda.
Ferry Irawan menyebutkan bahwa ia tidak kuasa untuk bisa melawan sistem yang membentenginya dari interaksi dengan dunia luar.
Selain itu, Ferry Irawan dengan tegas menolak dan sebut dirinya tidak pernah melakukan apapun yang disampaikan oleh Venna Melinda pada berkas pelaporan kasus KDRT.
"Saya tidak berdaya melawan sistem, dimana sistem itu memaksakan saya untuk berada di dalam tahanan untuk sesuatu perbuatan yang tidak pernah saya lakukan hal itu," terang Ferry Irawan seperti dikutip pada Kamis (30/3/2023).
Ayah angkat dari Vania Athabina sekarang harus menjalani masa tahanan akibat telah adanya laporan dari sang istri yang menyebutkannya sebagai pelaku KDRT.
Lantas, dengan adanya sistem dan peraturan yang berlaku di rumah tahanan akhirnya menyebabkan Ferry tidak bisa bertemu dengan banyak orang sesuka hatinya.
Hal inilah yang membuat selama ini hanya sang ibu yakni Hariati dan kuasa hukumnya yang selalu muncul dan menyampaikan titipan pesannya kepada publik. (*)
Sumber: YouTube Intens Investigasi
Baca Juga: Daftar Kerugian yang Diterima Indonesia Setelah Batal Gelar Piala Dunia U-20 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi