SUARA BANDUNG - Korban warga Sukabumi sudah firasat. Jika 2 hari tidak pulang, minta anaknya datangi rumah Mbah Slamet di Banjarnegara dan lapor polisi.
Di tengah situasi politik nasional yang carut-marut, tiba-tiba dimunculkan kasus dukun pengganda uang di Banjarnegara.
Bukan soal pekerjaan menipu menggandakan uang, tapi apa yang dilakukan pelaku Mbah Slamet adalah lebih gila dari itu.
Pria 45 tahun itu bahkan tega membunuh korban-korbannya, lantaran diduga kesal ditagih uang dengan nominal besar sebagaimana janji mampu menggandakan uang.
Korban kebiadaban lelaki berinisial TH yang populer disebut Mbah Slamet ini mencabut nyawa 10 orang.
Baru satu orang yang diduga dibunuh dengan cara diracun menggunakan sianida. Sementara korban lainnya masih didalami dengan cara apa mereka tewas.
Kebiadaban Mbah Slamet ini bukan itu saja, 10 mayat ditumpuk di satu lubang yang sama di sebidang kebun di Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Hingga saat ini, berita tentang pembunuhan biadab dukun pengganda uang Mbah Slamet masih dalam pendalaman polisi.
Kasus Mba Slamet ini terbongkar setelah satu di antara keluarga korban melapor pada polisi tentang ayahnya yang minta disusul ke rumah Mbah Slamet andai dua hari tidak pulang ke Sukabumi.
Baca Juga: Mendidik Anak di Waktu Kecil? Buya Yayha: Berantem!
Kasatreskrim Polres Banjarnegara, AKP Bintoro Thio Pratama menjelaskan anggotanya bersama tim relawan telah mengevakuasi mayat-mayat yang dikubur dalam satu lubang.
Evakuasi jasad para korban ini dikatakan AKP Bintoro Thio Pratama terus dilakukan dengan cara melakukan penggalian di sekitar lokasi penemuan korban pertama yang dikubur di lahan milik pelaku pada Sabtu, 1 April 2023.
"Namun kami belum bisa pastikan jumlahnya (jumlah mayat yang dievakuasi)," katanya pada Senin, 3 April 2023, sebagaimana dikutip Suara Pekanbaru dari Antara pada Selasa (4/4/2023). (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kabar Perbaikan Ruas Jalan di Sukabumi, Memunculkan Laporan Lain
-
Pembunuhan Berantai Cianjur, Tim Forensik: Perkiraan Kami Laki-laki
-
BREAKING NEWS! Gempa 5.8 Magnitudo Goyang Sukabumi, Guncangannya Terasa hingga Jakarta, Cianjur dan Bandung
-
Banyak Konser Hiburan Mendadak Dibatalkan, Kali Ini Tiara Andini Kena Dampak hingga Netizen Singgung Cuma Panggung Jokowi yang Boleh Digelar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sempat Buron, Detik-Detik Penangkapan Kiai Cabul di Pati Berlangsung Dramatis
-
Gibran Bakal Menengok Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Labuhan Maringgai
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Promo Marugame Udon Paket Mei Riah 2026, Menu Lengkap Hanya Rp 85.000
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
-
Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi
-
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
-
Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas