/
Jum'at, 07 April 2023 | 16:45 WIB
Ustadz Adi Hidayat kabarkan soal rakaat sholat (Youtube Adi Hidayat Official)

SUARA BANDUNG – Jumlah rakaat sholat tarawih kadangkala masih diperdebatkan pada bulan Ramadhan. Bahkan sampai menghubungkannya dengan ormas yang ada.

Ustadz Adi Hidayat mengingatkan umas islam agar berhenti memperdebatkan mengenai jumlah rakaat sholat tarawih. Baik itu 11 rakaat maupun 23 rakaat, keduanya sama-sama diperbolehkan.

Sholat tarawih yang paling standar dan paling banyak digunakan berjumlah 11 rakaat. Namun, 23 rakaat juga diperbolehkan.

Tapi, yang menjadi aneh adalah jika melaksanakan tarawih 23 rakaat hanya memakan waktu 5 menit.

 “Sangat agak aneh jika ada yang 11 rakaat durasinya sampai satu jam, sementara yang 23 rakaat hanya memakan waktu lima menit. Itu sudah pasti berbeda dengan ketentuan hadits,” kata Ustadz Adi Hidayat

Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat tarawih 11 rakaat, dengan bacaan surat yang panjang, dan bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam. 

Jadi, bukan fokus pada jumlah rakaat-nya, tapi yang diperbanyak adalah bacaan Al Quran-nya, karena pahala-nya ada pada hal tersebut. Spirit dan semangat itulah yang diajarkan nabi.

“Benar belajar, benar ibadahnya. Salah belajar, maka salah praktik ibadah-nya,” kata Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi juga mengatakan, shalat 23 rakaat bukan berarti tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Ia menyebut Umar bin Khattab R.A, yang pertama kali menerapkan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat termasuk witir, itu memiliki alasan sendiri.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Perhatikan 4 Hal Dasar Ini dalam Menulis Artikel di Media

“Sayidina Umar yang cerdas, bagaimana caranya bacaan tetap panjang, sama dengan bacaan nabi, tapi tidak keluar dari ketentuan nabi. Dari nabi tidak ada batasnya, maka oleh beliau yang tadinya panjang dipecah dua. 11 rakaat itu dipecah menjadi 23 dengan durasi yang sama,” jelas Ustadz Adi Hidayat. (*)


Sumber : Youtuber Adi Hidayat Official

Load More