SUARA BANDUNG - Arteria Dahlan kembali menjadi sorotan usai Menteri Keuangan Sri Mulyani dikabarkan memberikan sebuah bukti kuat kepada Presiden Jokowi.
Dalam informasi yang diunggah oleh kanal YouTube RODA POLITIK disebutkan bahwa Sri Mulyani memberikan sebuah bukti kepada Jokowi hingga Arteria Dahlan ditangkap dan tak bisa mengelak lagi.
Judul dari video yang tersebar luas itu bertuliskan “MAMPUS !! ARTERIA DAHLAN TAK BISA NGELAK LAGI SRI MULYANI TUNJUKAN BUKTI INI KE PAK JOKOWI??” yang diunggah pada (10/4/2023).
Dalam thumbnail video juga memperlihatkan Sri Mulyani yang memperlihatkan kertas sebagai bukti kepada sosok yang terlihat seperti Jokowi, juga ada gambar Arteria Dahlan yang didampingi polisi.
Video berdurasi 8:05 tersebut menjelaskan tentang Arteria Dahlan yang mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada (6/4/2023).
Dalam video itu narator menyebutkan bahwa Arteria Dahlan bingung dengan istilah TPPU saat rapat.
Narator dalam video juga membahas bahwa Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia (AAPI) Muhammad Taufik menyoroti beberapa kasus kontroversi yang menyeret nama Arteria Dahlan.
Selebihnya video tersebut menayangkan persoalan Arteria Dahlan yang lainnya dalam rapat terkait transaksi janggal Rp 300 triliun di wilayah Kementerian Keuangan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Siang Ini Jokowi Pecat Sri Mulyani?
KESIMPULAN :
Berdasarkan penelusuran tim bandung.suara.com (11/4/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh kanal YouTube RODA POLITIK tidaklah benar alias hoax.
Tidak ada penayangan atau pernyataan valid dalam video mengenai Sri Mulyani yang memberikan bukti kuat kepada Jokowi hingga membuat Arteria Dahlan tak bisa mengelak lagi atas perbuatannya.
Tidak ada juga kejelasan bahwa bukti kuat yang diberikan Sri Mulyani kepada Jokowi tersebut mengenai hal apa.
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja