- Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur pada 27 April 2026 menewaskan 15 orang.
- Insiden tersebut menyebabkan para penumpang perempuan mengalami trauma psikologis dan ketakutan saat menggunakan moda transportasi KRL.
- Para penumpang kini lebih selektif dalam memilih posisi gerbong dan mengutamakan edukasi keselamatan diri pasca kecelakaan terjadi.
Suara.com - Sejumlah penumpang perempuan KRL Commuter Line mengaku masih diliputi rasa trauma pasca kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo di kawasan stasiun Bekasi Timur.
Kekhawatiran itu membuat sebagian dari mereka mulai mengubah kebiasaan saat memilih posisi gerbong.
Sophia Martin (30), seorang aparatur sipil negara (ASN), mengaku untuk sementara waktu memilih tidak akan naik kereta. Ia masih dihantui rasa takut pasca insiden tersebut.
"Trauma pasca kejadian kecelakaan kemarin. Tapi untuk saat ini berusaha nggak naik kereta api dulu sih, beneran takut. Meski nasib nggak ada yang tahu ya," ujar Sophia kepada Suara.com, Rabu (29/4/2026).
Hal serupa disampaikan Kiki (27), pekerja swasta yang sehari-hari menggunakan KRL lintas Rangkasbitung. Ia mengaku sejak lama sudah menghindari gerbong ujung karena dinilai lebih berisiko.
"Saya memang dari lama nggak mau naik di gerbong ujung, karena menurut saya itu cukup bahaya. Tapi kadang anak saya bilang mau lihat masinis, ya sudah sesekali oke," kata Kiki.
Namun, pasca kecelakaan, ia semakin tegas dalam memilih posisi gerbong. Bahkan, ia mulai memberikan pemahaman kepada anaknya soal keselamatan.
"Setelah sekarang kejadian ini, saya beri edukasi ke anak saya dan memilih gerbong lain. Meskipun begitu kecelakaan bisa datang kapan saja, di mana saja, paling tidak bisa dilakukan mitigasi," jelasnya.
Sementara itu, penumpang lainnya, Jemima (28), mengaku tidak terlalu mengubah kebiasaan secara drastis, namun tetap merasakan dampak psikologis dari kejadian tersebut.
Baca Juga: Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
Ia mengatakan sudah sejak beberapa bulan terakhir tidak menggunakan gerbong khusus perempuan karena dinilai terlalu padat, dan lebih memilih gerbong campuran.
"Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan lalu nggak pernah naik gerbong wanita lagi karena suka rame banget, jadi selalu di gerbong campuran," ungkapnya.
Meski begitu, ia mengakui ada rasa trauma, meski tidak terlalu besar.
"Sedikit ya, soalnya kejadian apa-apa yang kena pasti gerbong belakang atau depan. Jarang gerbong tengah, kecuali pas belokan ekstrem," ujarnya.
Diketahui, kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di wilayah Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam dan mengakubatkan 15 orang meninggal dunia serta puluhan orang alami luka-luka.
Berita Terkait
-
Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Fotonya Termenung di Samping Bangkai KRL Viral
-
Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!
-
Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
-
Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing
-
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
-
Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
-
Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Soal Usulan Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah, Anggota DPR: Jangan Sekadar Pindahkan Kerentanan