/
Rabu, 19 April 2023 | 17:15 WIB
Ismail Marzuki menciptakan lagu bertemakan lebaran yang ia beri judul Selamat Hari lebaran pada tahun 1950-an ((YouTube Jonny Kemod))

SUARA BANDUNG— Hari raya Idul Fitri atau yang dikenal akrab hari Lebaran merupakan puncak kemenangan umat Muslim setelah satu bulan lamanya berpuasa.

Melampaui itu hari lebaran telah menjadi inspirasi bagi musisi seperti Ismail Marzuki menciptakan lirik-lirik kemenangan yang menceritakan lebaran.

Hal itu menandakan bahwa semangat lebaran telah menggerakkan Ismail Marzuki untuk berkarya melalui nada dan irama.

Kita ketahui bahwa lagu Ismail Marzuki yang menceritakan lebaran itu berjudul: ‘Selamat Hari Lebaran’. 

Diciptakan pada tahun 1950-an dan diputar dalam setiap momentum-momentum lebaran. Hingga kini lagu Ismail Marzuki telah dinyanyikan oleh penyanyi ternama seperti, Gigi dan Gita Gutawa.

Berikut ini lirik lagu selamat hari lebaran karya Ismail Marzuki.

Setelah berpuasa satu bulan lamanya

Berzakat fitrah menurut perintah agama

Kini kita beridul fitri berbahagia

Baca Juga: Mayangsari Ungkap soal Hubungan dengan Bambang Trihatmodjo, Ternyata Selama Nikah Tak Pernah Lakukan Ini

Mari kita berlebaran bersuka gembira

Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan

Hilang dendam habis marah di hari lebaran

Minal aidin wal faidzin

Maafkan lahir dan batin

Selamat para pemimpin

Rakyatnya makmur terjamin

Dari segala penjuru mengalir ke kota

Rakyat desa berpakaian baru serba indah

Setahun sekali naik terem listrik perey

Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore

Akibatnya tengteng selop sepatu terompe

Kakinya pada lecet babak belur berabe

Maafkan lahir dan batin,

'lang tahun hidup prihatin

Cari wang jangan bingungin,

'lah Syawal kita ngawinin

Cara orang kota berlebaran lain lagi

Kesempatan ini dipakai buat berjudi

Sehari semalam main ceki mabuk brandi

Pulang sempoyongan kalah main pukul istri

Akibatnya sang ketupat melayang ke mate

Si penjudi mateng biru dirangsang si istri

Maafkan lahir dan batin,

'lang taon hidup prihatin

Kondangan boleh kurangin,

Korupsi jangan kerjain


Lirik tersebut nampak memperlihatkan perbedaan merayakan orang kota dan desa pada tahun 1950-an. Pun sisi satire Ismail Marzuki dalam mengkritik kekuasaan pada saat itu sangat kuat.


Namun, apapun itu. Lagu ini cocok menemani hari lebaran anda (*)

Sumber: YouTube Video Sejarah

Tag

Load More