SUARA BANDUNG - Fenomena lautan manusia penuhi Stasiun KRL Bogor sore ini, Senin (24/4/2023) terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Dari video viral berdurasi 0,26 detik tersebut, nampak lautan manusia saling berdesak-desakan di area Stasiun Bogor dan sedang hendak menaiki KRL.
Bahkan, tak hanya di sisi kanan-kiri rel, lautan manusia terlihat sampai tumpah ke area rel KRL dengan suara ramai orang-orang yang untuk bergeser dan berpapasan saja susah, saking padatnya.
"Situasi kepadatan sore ini di Stasiun Bogor.," cuit @txtdaribogor sembari menyematkan video lautan manusia di Stasiun KRL Bogor yang berasal dari akun Instagram @/ervan_27_, Senin, (24/4/2023).
Akun tersebut juga menuliskan bahwa ratusan orang-orang tersebut diduga akan pergi atau justru sudah pulang dari liburan.
"Penumpang kereta Commuterline didominasi oleh warga yang hendak pulang atau pergi liburan.," tambahnya.
Video tersebut ramai ditanggapi oleh netizen yang terkejut dengan peristiwa langka itu.
"Rumahku deket bgt stasiun Bogor, lagi hujan nih, moga sehat" yg liburan ke Bogor...," komen @Mischo***
"ko serame ini anjrit???????," tanya @warmsun***
Baca Juga: Baru 1 Tahun, Jumlah THR Issa Anak Nikita Willy Bisa Buat Bayar Kos-kosan Netizen
"chaos parah sore ini," komen @alowm*** sambil menyematkan sebuah potret kondisi yang serupa.
"busett kek semut," kata @rrarr***
Hingga artikel ini ditulis, video lautan manusia di Stasiun KRL Bogor tersebut telah dilihat sebanyak 11 ribu lebih warga Twitter. (*)
Sumber: Twitter @txtdaribogor
Tag
Berita Terkait
-
Potret Keseruan Presiden Jokowi Ajak Menantu dan Cucu Liburan ke Labuan Bajo, Kaesang dan Erina Mesra Terus!
-
Ratusan Wisatawan Pantai Camplong Madura 'Ajak' Motor Mereka Healing, dalam Rangka Libur Lebaran 2023? Warganet: Agak Laen Emang
-
Selain Menyenangkan, Inilah 4 Manfaat Liburan Bersama Keluarga
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026