SUARA BANDUNG - Aditya Hasibuan ternyata sempat melaporkan peristiwa yang kini disebut-sebut sebagai kasus penganiayaan oleh dirinya terhadap Ken Admiral kepada pihak kepolisian setempat.
Maka kebenaran ini menunjukan bahwa pihak Ken Admiral maupun Aditya Hasibuan memandang dirinya sebagai korban atas kasus penganiayaan ini.
Namun diantara laporan yang telah dibuat oleh Ken Admiral dan Aditya Hasibuan, laporan dari sang mahasiswalah yang kemudian ditindaklanjuti.
Sehingga berkas laporan dari anak AKBP Achiruddin Hasibuan pun dihentikan dan dirinya lah yang kini mengalami perubahan status menjadi tersangka.
"Dirkrimum Polda Sumut (Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara) menerima dua laporan (dari anak Perwira & dari Mahasiswa),"seperti dikutip dari akun Twitter @heraloebss pada Sabtu (29/4/2023).
Sebagai informasi, kasus dugaan penganiayaan oleh anak AKBP Achiruddin Hasibuan di Medan, Sumatera Utara sebetulnya terjadi sekitar empat bulan yang lalu.
Kemudian menjadi viral setelah kakak dari mahasiswa bernama Ken menyebarkan beberapa foto, video dan penjelasan perihal kondisi adiknya melalui akun sosial medianya.
Dampaknya muncul pula beberapa orang dengan followers yang jutaaan ikut untuk menjelaskan kronologi peristiwa naas yang dialami pemuda hingga harus pulang dengan kondisi babak belur. (*)
Sumber: Twitter @heraloebss
Baca Juga: Aksi Nyentrik Susi Pudjiastuti saat Setir Mobil Kolbak: Anda Punya Rokok Gak?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel