SUARA BANDUNG - Institusi Polri tidak henti diterjang masalah, mulai dari anggota yang terjerat kasus pidana hingga berdampak pada citra dan merosotnya kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.
Kasus AKBP Achiruddin Hasibuan yang viral belakangan ini, tentu akan menambah catatan buruk institusi kepolisian. Sebelumnya ada Ferdy Sambo yang terjerat kasus pembunuhan berencana, lalu Teddy Minahasa dengan kasus narkoba.
Dalam kasus AKBP Achiruddin, bukan hanya soal keterlibatan dalam kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya terhadap Ken Admiral, Kamis (22/12/2023) saja. Tapi, lambatnya penanganan kasus yang tertunda hingga 4 bulan tentu akan menjadi catatan khusus di mata publik.
Belum lagi, kasus-kasus yang naik ke permukaan faktanya menyeret nama-nama pejabat tinggi Polri. Seperti Irjen. Ferdy Sambo (eks Kadiv Propam Polri), Irjen. Teddy Minahasa (eks Kapolda Jawa Timur) dan AKBP Achiruddin Hasibuan (eks Kabag Bin Ops Dirnarkoba Polda Sumatera Utara).
Tidak hanya itu, mengutip penjelasan di laman Lembaga Survey Indonesi (20/10/2022), Polri juga mendapatkan citra buruk sewaktu tragedi Kanjuruhan (Malang, Jawa Timur) awal Oktober tahun lalu. Polisi yang berjaga di stadion menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton dan pendukung Arema (Aremania). Akibatnya, 135 orang tewas dalam tragedi itu.
Merujuk pada data survei Charta Politika Indonesia akhir tahun lalu, Polri menempati urutan terbawah dengan 20,3 persen perihal penilaian kinerja lembaga hukum. Posisi Polri berada di bawah Kejaksaan Agung (25,5 persen) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (21,6 persen).
Melihat serangkaian kasus yang menyeret nama anggota Polri, hal ini perlu menjadi perhatian khusus Kapolri serta senegap pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan upaya pembenahan dan reformasi di tubuh Polri baik secara kultural maupun struktural.
Khususnya di Indonesia, sebagai negara demokrasi, keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting. Bercermin pada kasus AKBP Achiruddin Hasibuan, publik dapat menjadi pengawas sekaligus pengawal kasus atau perkara yang melibatkan anggota Polri dengan memanfaatkan media sosial (memviralkan) hingga kasus benar-benar direspon dan diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini instuti kepolisian. (*)
Sumber: lsi.or.id dan YouTube Charta Politika Indonesia
Baca Juga: Sandiaga Uno Akui Belum Ada Komunikasi Formal dengan Petinggi PPP
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus