Abimanyu menegaskan bahwa tanggal rekaman yang tertera pada rekaman video yang beredar, bukanlah tanggal rekaman CCTV asli sewaktu kejadian. Melainkan, tanggal saat konten itu direkam ulang.
"Rekaman yang aslinya, justru tidak kelihatan date timestamp-nya. Padahal, date timestamp ini sangat penting," tegasnya.
4. Ada celah di pintu lift belakang si wanita
Berdasarkan informasi yang beredar, si wanita yang terperosok ke bawah lift, diduga tidak menyadari bahwa pintu lift bagian belakang telah terbuka.
Namun, Abimanyu justru menyoroti celah yang lebarnya sama dengan celah tempat wanita itu terperosok, tepat di pintu lift bagian belakang saat terbuka.
"Kalau dari bukti visual yang ada, saat pintu yang belakang terbuka lihat di bawahnya. Itu juga kelihatan ada celah. Kalau terbuka di lantai yang bener, itu bener-bener rapet. Ya celahnya hanya sedikitlah. Tapi ini celahnya lebar. Berarti, saat pintu terbuka yang di belakangnya pun, terbuka bukan di lantai yang benar," ungkapnya.
Sedangkan saat menit awal, nampak si wanita yang baru saja memasuki lift, kondisi depan pintu lift itu masih rapat tanpa celah.
"Nah kenapa yang belakangnya bisa terbuka seperti itu, itu yang menjadi tanda tanya," kata Abimanyu.
5. Kualitas CCTV di lift
Baca Juga: Konsisten Lahirkan SDM Berkualitas, Bank Mandiri Puncaki Peringkat LinkedIn Top Companies 2023
Abimanyu mempertanyakan kualitas CCTV di lift dan rekaman asli saat kejadian tersebut. Sebab baginya, sekelas lift di bandara selain bisa mengcover seluruh penampakan di dalam area, juga harus bisa merekam suara.
Sehingga bisa jelas terlihat, saat si wanita jika benar mulai panik dan mencoba memencet tombol emergency atau tidak, sampai dengan suara ia berkomunikasi dengan siapapun saat menelfon dan menghubungi pihak bandara.
"Itu kelihatan dia memencet (tombol emergency) atau tidak, satu. Yang kedua, itu harusnya ada suara, audio. Nah, itu kelihatan dia menelfon siapa dan kemudian dia mencoba berbicara,'halo, halo tolong saya ada di lift,' misalnya nih. Dari rekaman yang ada suara, harusnya bisa kelihatan," katanya.
6. Kelemahan SOP kontrol digital lift
Kontrol digital di lift moderen, seharusnya ada alat-alat yang canggih pula dan bisa dikendalikan oleh seluruh pihak berkompeten di bidangnya, terkait segala sesuatu yang terjadi di dalam lift.
"Misalnya ada upaya kriminal, nah alat itu yang bisa ke operatornya lift dan juga ke lantai petugas yang terdekat dari lift itu. Tujuannya agar pihak keamanan dan pihak yang punya kompeten di sini, untuk melakukan tindakan. Pemantauan dan bantuan, maupun pengamanan," jelasnya.
Hal itu cukup aneh di mata Abimanyu, karena tidak ada tindakan apapun saat kejadian si wanita terperosok, hingga jasadnya membusuk di bawah lift di Bandara Kualanamu.
7. Tubuh Mungil Korban
Jika diperhatikan, tubuh wanita alias korban terbilang cukup mungil, dengan gerakan tangan yang tak sepenuhnya membuka pintu lift karena sambil menelfon, bisa membuka pintu lift dengan mudah.
"Apabila seorang wanita bisa membuka, berarti nanti anak kecil juga bisa membuka lift-nya ini. Nah ini lift bandara bener-bener sangat lemah dan kemudian bermasalah," kata Abimanyu.
8. Rekaman CCTV terputus-putus
"Saat momen si wanita mulai masuk saja terputus, kemudian saat momen pintunya terbuka atau tertutup dan lain sebagainya sampai terjatuh. Itu ada pihak-pihak yang mencoba memotong-motong konten ini, agar tidak terlihat secara utuh," duganya.
Padahal menurut Abimanyu, apabila tujuan dari disebarnya rekaman CCTV tersebut adalah untuk melindungi wajah si korban, maka cukup di blur bagian wajahnya.
Potongan-potongan itulah yang justru membuatnya curiga. Oleh karena itu, dibutuhkan rekaman CCTV asli yang utuh untuk membuktikan kejadian naas tersebut.
Demikian 8 kejanggalan yang ada dari rekaman CCTV wanita terjatuh di lift Bandara Kualanamu menurut analisa pakar telematika, Abimanyu.
Meski begitu, ia menegaskan hanya menelaah dari video yang beredar luas di dunia maya, karena hingga saat ini belum dihubungi oleh pihak manapun untuk memberikan analisanya terkait rekaman asli dari CCTV. (*)
Sumber: Twitter @Heraloebss
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP