SUARA BANDUNG - AKBP Achiruddin Hasibuan, dikabarkan terlibat dalam kasus keberadaan gudang solar ilegal didekat rumahnya, hingga menerima gratifikasi dari gudang solar itu.
Selain dicopot dari jabatannya, usai terbukti melakukan pembiaaran atas kasus dugaan penganiayaan Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral, AKBP Achiruddin kini harus harus menghadapi kasus baru tersebut.
Berkaitan dengan itu, tersebar rumor AKBP Achiruddin dilumpuhkan petugas saat diperiksa dan mencoba kabur dari kantor polisi.
Lantas, benarkan rumor terkait AKBP Achiruddin dilumpuhkan petugas karena mencoba kabur saat diperiksa? Simak penelusuran fakta dati tim bandung.suara.com berikut ini.
Cek Fakta
Kabar dilumpuhkannya AKBP Achiruddin oleh petugas dibagikan kanal Youtube Warta Informasi pada hari Kamis (4/5/2023) dengan tajuk,"Rencana Kabur Gagal || AKBP Achiruddin Meringis Kesakitan Akibat Ulahnya Sendiri."
Pada sampul video, nampak konten kreator menggunakan ilustrasi foto muka AKBP Achiruddin seolah-olah sedang diamankan oleh petugas kepolisian dengan latar sebuah penjara.
Di menit awal video, terlihat beberapa cuplikan keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan gratifikasi dari gudang solar ilegal yang ditemukan di dekat rumahnya.
Pemeriksaan pertama terhadap keterlibatan ayah Aditya Hasibuan itu dengan pabrik solar ilegal, diketahu berjalan cukup lama di Polda Sumatera Utara pada Jumat (28/4/2023).
Baca Juga: Sekjen Gerindra Sebut Cak Imin Sudah Izin ke Prabowo Temui Demokrat dan Golkar
Narator mengatakan jika usai diperiksa, AKBP Achiruddin pergi dari polda melalui pintu samping untuk menghindari awak media.
Diam-diam ia bergegas pergi menuju mobilnya dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun, malam itu. Serta telah dilakukan penggeledahan di rumah Aditya Hasibuan.
Hingga saat ini, status AKBP Achiruddin masih ditetapkan sebagai saksi atas kasus tersebut.
Kesimpulan
Dari penelusuran di atas, video berdurasi 6 menit, 19 detik itu tidak ada informasi terkait tajuk yang mengatakan AKBP Achiruddin dilumpuhkan petugas karena sempat kabur saat diperiksa.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan berita dengan tajuk di atas bersifat menyesatkan dan HOAX.
Berita Terkait
-
Merasa Terancam Usai Memviralkan Kasus AKBP Achiruddin, Pemilik Akun Twitter Mazzini Undur Diri
-
Jabatan AKBP Achiruddin Dicopot, Akun Pembongkar Kasus Dugaan Penganiayaan Aditya Hasibuan Dapat Ancaman Serius?
-
Kakak Ken Admiral Tetap Waspadai Gerak-gerik Achiruddin Hasibuan, Dinda Safay: Masih Banyak Rintangan!
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati