/
Kamis, 04 Mei 2023 | 17:31 WIB
AKBP Achiruddin resmi dicopot dari jabatannya, sedangkan akun pembongkar kasus dugaan penganiayaan Aditya Hasibuan justru hiatus, gara-gara hal ini. (Twitter/@mazzini_gsp)

SUARA BANDUNG - AKBP Achiruddin Hasibuan resmi dicopot dari jabatannya sejak tanggal 3 April 2023 lalu, buntut dari kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh si anak, Aditya Hasibuan terhadap pemuda bernama Ken Admiral.

AKBP Achiruddin yang awalnya menjabat sebagai KBO Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara itu, resmi tak menjabat lagi, usai dinilai melakukan pembiaran terhadap aksi dugaan penganiayaan Aditya Hasibuan kepada Ken Admiral di area rumahnya.

Informasi dicopotnya AKBP Achiruddin dari jabatannya, langsung dikemukakan oleh Irwasda Polda Sumatera Utara, Kombes Armia Fahmi pada hari Selasa (25/4/2023) lalu. Tepat, saat kasus dugaan penganiayaan Aditya Hasibuan mulai diproses oleh Polda Sumut.

Terbongkarnya kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anak AKBP Achiruddin itu viral, berawal dari sebuah utas yang ditulis salah satu pengguna Twitter dengan akun bernama @mazzini_gsp pada Selasa (25/4/2023) lalu.

Akun yang kerap membagikan beberapa kasus dari permintaan netizen, hingga membongkar beberapa perkara besar seperti dugaan penganiayaan Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral tersebut, kini justru nampak hiatus.

Berdasarkan cuitan terakhirnya, ia mengaku akan fokus terhadap kondisi psikologisnya ke psikiater, usai membantu viralkan beberapa kasus besar.

"Berdasarkan saran psikolog dan beberapa kawan-kawan Twitter yg saya mintai pendapat. Gue izin undur diri, log out dulu dari semua medsos supaya lebih fokus saat konseling dan pemulihan diri.," cuitnya pada Rabu (3/5/2023).

Ia meminta maaf, khususnya atas beberapa DM yang masuk kepadanya untuk meminta tolong dan memviralkan kasus mereka, karena ia akan hiatus dari media sosial untuk sementara. Serta beberapa hal lain yang sempat membuatnya terpojok.

Salah satunya adalah perihal BAP kasus dugaan penganiayaan Aditya kepada Ken, yang secara blak-blakan sempat ia bagikan ke utas Twitternya.

Baca Juga: 3 Jenis Terapi yang Bisa Membantu Mengatasi OCD

Padahal, BAP bersifat rahasia. Tidak boleh difoto, dicopy dan dibagikan oleh siapapun, baik itu pelapor, terlapor, pihak kepolisian, apalagi pihak lain yang tidak memiliki hubungan dengan kasus yang dimaksud.

Tentu saja banyak tudingan yang muncul, usai dirinya memposting BAP tersebut. Berbagai dugaan miring meluncur dengan cepat terkait postingan yang kini telah dihapus oleh @mazzini_gsp.

Tak lama setelah itu, ia mengumumkan akan hiatus dari sosial media, disusul dengan kabar lain terkait dirinya yang dibongkar oleh salah satu pengguna Twitter lain.

"Karena tweet ini mimin coba chat @mazzini_gsp takut doi kenapa2, soalnya dari semalem ga nongol di TL, mau mastiin aman.," cuit @PolJokesID, menyematkan bukti chat dirinya dengan @mazzini_gsp.

Selanjutnya, akun itu menyatakan bahwa @mazzini_gsp ternyata mendapatkan ancaman dari beberapa pihak yang disebut buzzer, dengan menyerang ranah privasi lelaki tersebut.

"Biar ga simpang siur, ternyata bener doi dapet ancaman, fitnah terlebih lagi kena mental gara2 banyak anon2 buzzer gatau dari mana nyerang privasi doi.," tambahnya.

Dalam bukti chat keduanya, nampak @mazzini_gsp mengaku tak hanya dirinya yang diserang dan mendapatkan ancaman, namun kini telah merembet kepada ibu dan adiknya, sejak dua bulan terakhir. (*)

Sumber: Twitter @mazzini_gsp @PolJokesID

Load More