SUARA BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, diisukan memiliki peluang besar untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pemilu 2024, mendatang.
Bersamaan dengan kabar itu, viral kembali alasan Mahfud MD tak ingin menjadi cawapres yang Menko Polhukam lontarkan pada lima tahun lalu.
Mahfud MD melalui akun Twitternya pada tanggal 25 Maret 2018, menegaskan bahwa ia tidak berminat menjadi cawapres karena tak bisa bebas mengkritik.
Jejak digital cuitan Mahfud MD itu kembali mencuat dan dibagikan oleh akun Twitter @PartaiSocmed pada hari Rabu (31/5/2023).
Tangkapan layar cuitan Mahfud MD lima tahun lalu tersebut juga mengatakan bahwa sang menteri tak ingin kritikannya terpengaruh oleh partai politik, yang nanti akan mengusungnya sebagai cawapres.
"Trims kpd @PartaiSocmed yg gencar mengkampanyekan sy sbg cawapres. Sy tak ingin atau membayangkan mau jd cawapres. Makanya sy bcr bebas kritis ke kanan dan ke kiri. Kalau sy tak berani kritis thd A atau B atau Parpol krn hanya ingin dilirik. Sy adl sy.," cuitnya seperti dikutip pada hari Kamis (1/6/2023).
Di sisi lain, Partai Socmed yang hingga saat ini hobi memberikan kritik hingga mengungkap kasus-kasus menyimpang para pejabat negara, mencoba bersikap netral.
Terang-terangan mendukung Mahfud MD untuk menduduki kursi cawapres sejak Pemilu tahun 2013 hingga 2019, Partai Socmed mengatakan jika akunnya akan terus mengkritisi pejabat negara, meski awalnya ia dukung mati-matian.
"Seperti Pak @jokowi, kami juga dukung Pak @mohmahfudmd sejak lama sekali dari 2013 hingga 2019. Ketika mereka sudah berada di kekuasaan maka tugas kami adalah mengkritik bukan memuji terus. Hal serupa juga akan terjadi terhadap Bu @susipudjiastuti jika berada di kekuasaan lagi.," cuit @PartaiSocmed. (*)
Sumber: Twitter @Partai Socmed
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Berapa Harga Tiket KA Argo Bromo Anggrek yang Kecelakaan di Bekasi?
-
Pesawat Alami Kendala Teknis, Satu Kloter Jemaah Calon Haji Asal Malang Tertahan di Kualanamu
-
Mudahkan Akses Kesehatan, BRI Kepanjen Hadirkan Ambulans untuk Santri di Malang
-
Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal
-
Kiper Sassuolo: Ada Jay Idzes, Pertahanan Jadi Aman
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
BFI Finance Terseret Kasus Debt Collector Keroyok Warga: Kami Menolak Premanisme
-
Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah
-
5 Rekomendasi Foundation Minim Oksidasi dan Full Coverage
-
Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran