SUARA BANDUNG - Belum usai kontroversi yang dibuat pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang.
Warganet kini menyoroti alasan Panji Gumilang membuat aturan sholat di Ponpes Al Zaytun dengan jarak yang begitu jauh.
Menurut Panji Gumilang, mengapa ia menerapkan shaf sholat dengan jarak serentang tangan karena menghindari bau seseorang.
Benar sekali, dikutip dari akun TikTok @ahyaraksara, (8/6/2023), Panji blak-blakan, jika jaraknya dekat bisa saja mencium bau jengkol dan petai.
"Oh bau jengkol, oh bau petai, kan engga enak. Tapi kalau jaraknya (shaf sholat) serentang tangan, mau dehem engga akan bau," ucapnya.
Pernyataan dari Panji pun mendapatkan berbagai reaksi dari netizen.
"Profesor saking pinternya jadi begini," tulis netizen.
Pernyataan yang dibuat pimpinan Ponpes Al Zaytun kembali menggemparkan publik.
Sebelumnya, terdapat salam Islam yang dicampur dengan Kristen, hingga dugaan zina diperbolehkan.
Baca Juga: Ruben Onsu Bagi Cerita Horor di Rumah Sakit, Alat Deteksi Jantungnya Berhenti saat Masuk Ruang ICU
Benar sekali, beberapa waktu lalu Ken Setiawan, membeberkan jika di Al Zaytun bisa zina asal membayar dosanya sebesar Rp 2 Juta.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
5 Filter Air Keran untuk Saring Bau dan Kotoran, Air Lebih Jernih untuk Kebutuhan Rumah Tangga
-
Mengapa Pertarungan Lini Tengah Jadi Penentu Hidup-Matinya Inggris vs Ghana?
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai