/
Selasa, 27 Juni 2023 | 15:42 WIB
Perbedaan waktu Puasa Arafah dan Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi, Buya Yahya jelaskan cara menyikapinya. (YouTube/Al-Bahjah TV)

SUARA BANDUNG - Pelaksanaan Puasa Arafah dan Idul Adha sebaiknya ikuti imbauan pemerintah atau Arab Saudi? Simak penjelasan Buya Yahya di bawah ini.

Buya Yahya menjelaskan terkait perbedaan penanggalan pelaksanaan Puasa Arafah dan Idul Fitri di Indonesia dengan Arab Saudi.

Dalam kasus ini, Buya Yahya kembali mengingatkan para umat Islam bawasannya pelaksanaan Puasa Arafah dan Idul Adha itu sama dengan Idulfitri.

Perihal terjadinya perbedaan tanggal pelaksanaan Puasa Arafah dan Idul Adha layaknya Idul Fitri, Buya Yahya mengingatkan bahwa wilayah Indonesia dan Arab Saudi punya zona waktu yang berbeda.

Sehingga dimisalkan tanggal 1 di Indonesia bukan berarti tanggal 1 di Arab Saudi, jika menilik kalender hijriah.

"Maka menurut kita mazhab Imam Syafi'i, karena tanggal 1-nya berbeda maka tanggal 9-nya berbeda dong. Itu sederhana, ulama nggak pernah mempeributkan hal yang semacam itu," jelas Buya Yahya di kajiannya melalui kanal YouTube Al Bahjah TV, Selasa (27/6/2023).

"Sehingga kalau Anda orang Indonesia, Puasa Arafah tanggal 9, ya tanggal 9 yang Anda ketahui," lanjutnya.

Buya Yahya menegaskan, kalaupun di Arab Saudi telah wukuf di Arafah, namun di Indonesia belum tanggal 9, maka belum waktunya berpuasa.

"Kalau nggak salah salah tanggal 9 kita hari rabu. Sedangkan di Arab, hari rabu sudah menyembelih kurban. Ya karena di Arab punya rukyat sendiri," tambahnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan saat Musim Panas di Korea Selatan

Namun, apabila para ulama di Indonesia menetapkan tanggal yang sama dengan Arab Saudi, maka tetap sah-sah saja.

Hal semacam ini, baginya tak perlu dipeributkan dan membuat perpecahan. (*)

Load More