SUARA BANDUNG – Desa Tarumajaya Bandung yang telah dikenal dengan Desa Wisata, ternyata memiliki beragam fakta sejarah mulai dari awal terbentuk hingga menjadi desa yang penuh potensi.
Sebagaimana desa-desa lain yang ada di Indonesia juga memiliki sejarah dalam pembentukannya, yang secara resmi ada pada zaman Belanda dan Jepang.
Sifat manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki kepentingan yang sama, terutama bahaya dari luar menjadi awal sejarah terbentuknya suatu desa.
Perlu diketahui bajwa Desa Tarumajaya sebagai lokasi dari Situ Cisanti merupakan salah satu desa di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.
Awal terbentuknya desa tersebut yaitu berasal dari pemekaran Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari pada 1979. Diketahui bahwa terjadinya hal tersebut disebabkan oleh cakupan Desa Cibeureum yang terlalu luas dan juga padat.
Selain itu, pemekaran dilakukan untuk memudahkan dalam pengaturan pemerintahan, ekonomi, dan sebagainya.
Desa Tarumajaya terdiri dari beberapa pemukiman kecil yang biasa disebut dusun, dipimpin oleh seorang Kepala Desa, yang mana saat ini dipimpin oleh Bapak Ahmad Iksan S.E.
Berkaitan dengan pemekaran wilayah di Kertasari, atas dasar keputusan, Desa Cibeureum kemudian dimekarkan menjadi dua desa, yaitu Desa Cibeureum dan Desa Tarumajaya.
Desa Tarumajaya kemudian terus berkembang karena adanya budaya, karakteristik, adat istiadat serta berbagai potensi lainnya, yang hingga saat ini bisa kita nikamti potensinya.
Baca Juga: 6 Tips Membangun Pertemanan di kosan, Yuk Adaptasi Anak Rantau!
Selanjutnya, menurut cerita sesepuh Desa Tarumajaya, asal usul nama Tarumajaya berawal dari daerah blegblegan. Dimana daerah tersebut terdapat banyak tanaman Tarum, yaitu tanaman di dalam air yang ada di rawa-rawa.
Pada daerah blegblegan tersebut, terdapat 7 sumber mata air yang alirannya mengalir ke beberapa titik rawa-rawa yang ada di daerah itu.
Pendiri Desa Tarumajaya sendiri sampai saat ini belum diketahui. Namun, beberapa warga di sana menyebutkan, bahwa tokoh pendiri Desa Tarumajaya berasal dari perangkat desa yang lama. Salah satunya adalah Kepala Desa Tarumajaya yang pertama yaitu Bapak Atam Syaripudin yang menjabat pada 1988-1998, termasuk para sesepuh Desa Tarumajaya pada zamannya.(*/khanif)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September