- Amien Rais menyoroti dominasi Mayor Teddy yang menghambat akses komunikasi para menteri kepada Presiden Prabowo.
- Kritik tersebut disampaikan Amien Rais dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Senin, 18 Mei 2026.
- Amien mengamati peralihan sentimen publik yang kini lebih menyoroti kebijakan Presiden Prabowo dibandingkan Wapres Gibran.
Suara.com - Tokoh reformasi sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, memperingatkan adanya gejala personalisasi kekuasaan di awal pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Amien menyoroti peran Sekretaris Kabinet, Mayor Teddy Indra Wijaya, yang dinilai terlalu dominan dalam menyaring informasi dan akses menuju presiden.
Amien mengungkapkan keresahannya berdasarkan informasi yang ia terima langsung dari lingkaran dalam pemerintahan. Ia mengklaim, bahkan pejabat setingkat Menteri Koordinator (Menko) pun mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Presiden.
"Seorang Menko yang saya kenal pernah ngomong langsung 'Mas Amien, saya ini kan Menko, tapi mau ketemu Presiden saya itu, kata Teddy enggak ada waktu, lain kali', kan luar biasa," ungkap Amien dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, pada Senin (18/5/2026).
Sentil Sikap Mayor Teddy
Amien kemudian mengaku merasa "geli" melihat situasi di mana akses seorang pejabat tinggi negara harus tertahan oleh ajudan atau sekretaris yang secara jenjang pengalaman masih jauh di bawah menteri.
Ia pun memberikan kritik pedas terhadap gaya komunikasi Mayor Teddy di lingkungan istana.
"Bagaimana mungkin seorang manusia yang muda yang kurang pengalaman, petidak-petitik (tidak serius). Ini perlu disingkirkan, diberi kompensasi ya, juga harus kita hargai," tegasnya.
Menurut Amien, penataan kembali posisi di lingkaran inti kepresidenan sangat krusial agar alur komunikasi pemerintahan tetap sehat dan tidak tersumbat oleh satu pintu saja.
Baca Juga: DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat
Serangan Publik Beralih dari Gibran ke Prabowo
Selain masalah akses kekuasaan, Amien juga mengamati adanya pergeseran sentimen publik. Jika sebelumnya kritik tajam banyak diarahkan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kini sorotan tersebut justru berpindah sepenuhnya kepada Prabowo Subianto.
"Rakyat ini sekarang sudah tidak lagi menyerang Gibran, sudah berhenti Gibran itu, serangan sekarang dialihkan semuanya ke Pak Prabowo. Ini kan juga tidak fair," ujarnya.
Meski melontarkan kritik keras, Amien Rais menegaskan bahwa dirinya belum kehilangan harapan sepenuhnya terhadap kepemimpinan Prabowo.
Ia meyakini masih ada ruang bagi Presiden untuk melakukan perbaikan di sisa waktu yang panjang.
"Masih ada waktu panjang. There is still big hope for the direction of Indonesia Itu saja," ungkapnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe
-
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat
-
Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo
-
Presiden Prabowo Tepis Isu RI Bakal Collapse, Sebut Indonesia Masih Oke!
-
DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs
-
2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi
-
Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN
-
Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030
-
80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak
-
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
-
Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas
-
Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!
-
Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo
-
Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan