SUARA BANDUNG – Pratama Arhan pemain asal Indonesia sampai saat ini masih terbilang jarang main di klub Jepang.
Sejak bergabung dengan klub Jepang, Pelatih Tokyo Verdy dinilai sebagai pelatih yang ‘kejam’ pada pemain Indonesia.
Kemudian ada fakta menarik soal Pelatih Tokyo Verdy asal Jepang ini.
Disebutnya ternyata bahwa Arhan Pratama ternyata bukan pemain pertama yang dimatikan oleh pelatih Tokyo Verdy.
Pemain Indonesia tersebut adalah Irfan Bachdim.
Irfan Bachdim berkarier di Thailand dalam memperkuat tim Chonburi FC, kemudian beralih ke rumpun Ventrofet Kofu.
Di Ventrofet Kofu, Bachdim di asuh oleh Hiroshi Jofuku, pelatih yang kini membesut Tokyo Verdy.
Pemain naturalisasi asal Indonesia itu tidak samasekali dimainkan dalam satu musim penuh di ajang Liga 1 Jepang 2014.
Nasib yang dialami oleh Irfan Bachdim ini juga dialami oleh Pratama Arhan. Dikabarkan bahwa Hiroshi Jofuku hanya dua kali memainkan Arhan selama laga. (*)
Baca Juga: Kerap Dijadikan Arena Kebut-kebutan Pemotor, Polda Metro Jaya akan Pasang e-TLE di JLNT Casablanca
Sumber ini telah tayang di suara.com (Pratama Arhan Jarang Main, Pelatih Tokyo Verdy Ternyata Juga Pernah Matikan Karier Irfan Bachdim di Jepang)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai