SUARA BANDUNG - Shin Tae Yong bicara soal tekanan dari sebagian pendukung yang menggaungkan tagar "STY Out".
Tagar itu muncul ketika Timnas Indonesia tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan pendukung Garuda, tapi Shin Tae Yong tidak bawa perasaan.
Justru menurut Shin Tae Yong, ketika tekanan dari sebagian pendukung datang, ia memanfaatkannya untuk introspeksi diri.
Pelatih asal Korea Selatan memang menyadari, apabila Timnas menuai hasil yang tak sesuai ekspetasi pendukung, kerap muncul tekanan.
Menurutnya itu hal lumrah dalam sepakbola, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sports77 Official, (11/7/2023).
"Tekanan STY out itu apakah cukup mengganggu pikiran Coach," tanya Riphan Pradipta.
"Posisi pelatih kepala memang seperti itu, kalau tidak baik prestasinya memang harus disoroti oleh pendukung sepakbola," jawab Shin.
"Ketika supporter menyoroti saya, saya berpikir ini untuk mengevaluasi diri," imbuhnya.
Shin juga tidak menampik kemungkinan, seorang pelatih bisa stres akibat tekanan pendukung.
Baca Juga: Umi Pipik Tanggapi Nathalie Holscher Lepas Hijab, Apa Saja Tantangan untuk Bisa Istiqomah Berhijab?
"Memang dengan supporter seperti itu bisa membuat stres, tetapi hal ini bisa dihadapi dengan baik," ujarnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla
-
Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan