SUARA BANDUNG - Kisah tragis dialami pemain keturunan Timnas Indonesia, usai dirinya ditangani oleh Dokter "gadungan".
Hal itu bermula pada saat pemain keturunan membela Timnas Indonesia U-19, dan dirinya mengalami cidera.
Lantas, pemain yang saat itu dipercaya Shin Tae Yong mengisi Timnas Indonesia U-19, menjalani tes MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Pemain keturunan yang dimaksud adalah Jack Brown. Pemain berdarah Inggris-Indonesia sempat menjadi andalan Timnas U-19 sebelum akhirnya ditimpa cidera serius.
Setelah itu, Dokter yang menangani Jack Brown pemain keturunan Timnas Indonesia, salah mendiagnosis.
"Dokter yang baca radiologis, salah baca, salah diagnosa," ucap Jack Brown, dikutip dari akun Instagram @bangga.garuda, (9/8/2023).
Kemudian, Jack Brown secara blak-blakan hilang kepercayaan terhadap Dokter Indonesia.
"Saya jadi tidak percaya (Dokter Indonesia), saya ke Singapura," imbuhnya.
Dari hasil diagnosa yang salah, Jack Brown harus bermain sepakbola tanpa ACL selama 5 bulan.
Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Peristiwa Pengeboman Bom Atom Kota Nagasaki, Jepang
Karir Jack hampir tamat, jika saat itu dirinya tidak langsung terbang ke Singapura.
Dan kini Jack kembali merumput bersama tim Liga 1, Persita Tangerang.(*)
Berita Terkait
-
3 Pemain Muda yang Dipanggil Shin Tae-yong ke TC Timnas Indonesia U-23 Sedang Pendidikan Kepolisian, Bisa Ikut?
-
Ternyata Ini Pemain Keturunan yang Sedang Diproses agar Bisa Gabung Timnas Indonesia
-
2 Pemain Naturalisasi dan Raja Assist BRI Liga 1 Batal Dipanggil Timnas Indonesia U-23 untuk Piala AFF U-23 2023
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial