SUARA BANDUNG – Sampai saat ini, kepemimpinan perempuan masih mengalami berbagai hambatan, khususnya dalam sektor dunia politik.
Berdasarkan penelitian, terdapat kesenjangan gender dalam politik yang terjadi, menunjukkan banyaknya sebab dari kurangnya representasi perempuan, salah satunya yaitu budaya patriarki.
Budaya patriarki ini menempatkan laki-laki sebagai manusia unggul, sehingga mempengaruhi pandangan masyarakat dan memunculkan stereotipe negatif terhadap perempuan.
Hasil daripada pemantauan komnas perempuan, menunjukkan mengapa terjadi kurangnya repsentasi perempuan dalam politik adalah karena adanya anggapan bahwa perempuan tidak layak menjadi pemimpin.
Anggapan tersebut didukung oleh anggapan bahwa perempuan hanya bertanggung jawab pada urusan domestik, sebagaimana nenek moyang kita dulu.
Selain itu, perempuan juga dianggap kurang cakap dalam hal pengambilan keputusan besar dan dinilai memiliki kemampuan serta kecerdasan lebih rendah daripada laki-laki.
Sementara itu, perempuan harus berpartisipasi dalam politik untuk menyuarakan visinya, dan mendapatkan dukungan dari pemimpin atau tokoh masyarakat yang justru saat ini banyak didominasi oleh kaum laki-laki.
Maka, perlu diadakannya kampanye yang bertujuan untuk menyadarkan dan mengajak masyarakat untuk bisa merealisasikan cita-cita bangsa.
Sehingga dengan upaya ini, harapannya akan terjadi kesetaraan yang substansif antara laki-laki dan perempuan dalam sektor politik.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Pakaian untuk Konser Outdoor, Pakai Kaus Oversized!
Perempuan perlu diberikan peluang yang lebih baik dalam dunia politik, yang mana hal itu perlu diciptakan dan diupayakan dengan adanya perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pejabat laki-laki di pemerintahan.(*/khanif)
Sumber : @komnasperempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah
-
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
-
Penipuan Digital di Indonesia Meledak 4 Kali Lipat, Ini Cara Cegah Modus Dokumen Palsu yang Marak
-
Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Memanas! Klub TOP Oss Bawa Status WNI Nathan Tjoe-A-On ke Jalur Hukum
-
Skip Jakarta! Irene Red Velvet Umumkan Jadwal Tur Asia Pertama 'I Will'
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
Cara Atur Jadwal Puasa Syawal dan Qadha agar Selesai Sebelum Masuk Bulan Dzulqa'dah, Wajib Catat
-
Cara Daftar Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Secara Online