SUARA BANDUNG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung mengutuk kekerasan aparat kepolisian terhadap dua jurnalis yang sedang meliput protes warga Dago Elos Bandung, Senin (14/8/2023) lalu.
Selain warga dan kelompok solidaritas, dua jurnalis turut menjadi korban kebrutalan aparat dalam menangani protes warga Dago Elos Bandung.
Dua jurnalis yang jadi korban di Dago Elos Bandung tersebut adalah Awla Rajul dari BandungBergerak dan Agung Eko Sutrisno dari Radar Bandung.
Awla Rajul bersaksi bahwa dirinya dipukul di bagian lengan, perut, dan paha. Bagian rambut dijambak dan kepala juga turut jadi sasaran pentungan.
Pemukulan tersebut terjadi saat dirinya berada di sekitar perumahan warga Dago Elos. Tiba-tiba rombongan polisi datang dan menanyakan keberadaan Rajul.
Saat bertemu aparat polisi, Rajul menjelaskan bahwa dirinya adalah reporter dengan menunjukkan kartu pers. Akan tetapi polisi tidak menghiraukan penjelasannya dan tetap memukuli Rajul berkali-kali.
Rajul sempat dibawa ke lokasi lain. Dirinya tetap dipukul dan dijambak saat dibawa. Tak hanya itu, terdapat ancaman pembunuhan dari polisi.
Sedang, Agung Eko Sutrisno mendapat pukulan dari aparat pada bagian pundak. Untungnya Eko berhasil menyelamatkan diri masuk ke salah satu rumah warga.
Melansir dari Instagram resmi AJI Bandung, aparat kepolisian telah melanggar UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan melakukan tindak pidana yang melanggar pasal 170 KUHP.
Baca Juga: Dua Pemain Keturunan Dicoret Bima Sakti, Ayah Althaf Khan Diduga Kecewa: Seleksi Formalitas
Karenanya, AJI Bandung mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan di Dago Elos Bandung.
AJI Bandung juga mendesak dan menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis ini.(*/Alina)
Sumber: Laman Instagram AJI Bandung
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Oknum TNI dan 2 Warga Sipil Ditangkap BNN di Bogor, Selundupkan 29 Kg Sabu Asal Aceh
-
Acha Septriasa: Bertahan di Pernikahan Toksik Demi Anak Tak Selalu Benar
-
Babak Baru Kasus Mayat Wanita di Serang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Cairan Hitam
-
Konsumsi BBM 65 Km/Liter! Ini Rahasia Dapur Pacu BYD M6 DM yang Baru Rilis di RI
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Catat Waktunya! Ini Rute Baru Konvoi Juara Persib dari Gedung Sate ke Gedung Merdeka