SUARA BANDUNG - Penggawa Timnas Indonesia seperti Pratama Arhan dan kawan-kawan semakin hari semakin kompak menjelang laga kontra Brunei Darussalam.
Kekompakan itulah yang menjadikan Pratama Arhan dan pemain Timnas Indonesia lainnya memiliki tren positif sebelum bersua Brunei Darussalam di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (12/10/2023).
Pratama Arhan mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga kunci kekompakan Timnas Indonesia menjelang laga melawan Brunei Darussalam.
Berikut ini tiga kunci kekompakan Timnas Indonesia menurut Pratama Arhan.
1. Komunikasi
Menurut Arhan, komunikasi menjadi kunci utama bagi Skuad Garuda untuk kompak.
"Yang harus dilakukan Timnas Indonesia dan para pemain ya tentunya satu, komunikasi," kata pemain berusia 21 tahun itu, dikutip dari Instagram Timnas Indonesia, Selasa (12/10/2023).
2. Ikuti Instruksi Pelatih
Shin Tae-yong yang saat ini menjadi pelatih Timnas Indonesia menjadi kunci ketika instruksinya ditaati oleh para pemain.
3. Saling Kerja Sama
Kekompakan tim dalam tubuh Skuad Garuda tidak akan terjadi jika tak ada kerja sama di dalamnya.
Sehingga, Pratama Arhan menilai saling kerja sama merupakan kunci agar Timnas Indonesia selalu kompak.
Baca Juga: Kembali Catatkan Rekor, Persib Bandung Jadi Tim Paling Produktif di Laga Tandang BRI Liga 1
Demikian tiga kunci kekompakan Timnas Indonesia menurut Pratama Arhan.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung