SUARA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus melakukan peningkatan pelayanan terutama dalam kesehatan dengan melakukan dukungan dengan memfasilitasi Ambulans Baznas.
Saat ini kebutuhan layanan kedaruratan di Kota Bandung yang saat ini masih begitu tinggi.
Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung saat menemui PJ Wali Kota Bandung dan jajaran pemerintah lainnya di Pendopo Kota Bandung pada Jumat (20/10/2023).
“Ada beberapa program yang tidak berjalan lancar karena keterbatasan kami, salah satunya mobil ambulans untuk penyaluran bantuan keadaan kedaruratan, padahal ini kebutuhannya cukup tinggi di masyarakat,” ujar Ahmad Roziqin dikutip bandung.suara.com dari Humas Kota Bandung pada Minggu (22/10/2023).
Diketahui penghimpunan Baznas Kota Bandung pada tahun 2022 mencapai 29 Miliyar. Sedangkan pada semester 1 pada tahun 2023 ini baru mencapai Rp.12,8 Miliyar.
“Tahun 2022, muzaki atau donatur di Kota Bandung mencapai 9.080 orang. Pada semester 1 tahun 2023 naik 9.662 orang. UPZ ada di tiap OPD ditambah kecamatan terintegrasi dengan tokoh masyarakat. Kami optimis penghimpunan tahun ini Insyaallah akan lebih banyak daripada tahun lalu,” ujar Ahmad Roziqin.
Menanggapi hal demikian PJ Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono menuturkan bahwa Baznas Kota Bandung ini sudah sangat luar biasa dalam membantu Pemerintah Kota untuk mensejahtrakan masyarakat.
“Menjadi cacatan juga untuk ambulans kita akan coba CSR,kita sosialisasikan ambulans ini bisa dipakai siapapun oleh masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Bambang Tirtoyuliono.
Selain itu PJ Wali Kota Bandung ini juga menuturkan bahwa program ini harus berdasarkan data dan meminta untuk didata terlebih dahulu terkait jumlah laporan yang masuk tentang kebutuhan layanan ambulans yang akan dibantu oleh CSR. (*)
Baca Juga: Pertama Kali Sejak Ditahan Kejati, Krido Suprayitno Minta Maaf ke Sri Sultan HBX Secara Terbuka
Berita Terkait
-
Pemkot Bandung bakal Fasilitasi Ambulan Baznas, Bambang Tirtoyuliono: Kita Akan Coba CSR
-
Manfaat Teknologi dan Alat Kesehatan Terbaru, Bisa Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Indonesia?
-
Pandemi Sudah Usai, 70 Persen Masyarakat Indonesia Akan Tetap Menggunakan Layanan Telemedisin
-
Totalitas! Sopir Ambulans Ini Tetap Menjalankan Tugas Meski Tengah Berdandan untuk Karnaval
-
Eks Bendahara Baznas Dumai Diduga Korupsi Rp1,42 Miliar buat Beli Mobil Rental
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!