SUARA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memperpanjang masa darurat sampah, yang segera berakhir pada 25 Oktober 2023 mendatang.
Hal tersebut, disampaikan dalam Rapat Pleno Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Sampah di Balai Kota Bandung, pada Senin, (23/10/2023).
Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, rencana perpanjangan masa darurat sampah di Kota Bandung harus dibarengi dengan upaya yang lebih luar biasa.
Bambang mengaku optimistis dengan segala cara yang sudah dilakukan untuk penanggulangan sampah, dan bisa keluar dari masa darurat.
"Meskipun sudah berbagai upaya dilakukan, tetapi ada kuantitatifnya belum ada. Sehingga, kita perlu melakukan langkah yang lebih konkret," kata Bambang.
Masa darurat sampah Kota Bandung dimulai sejak terjadinya peristiwa kebakaran TPA Sarimukti, yang diterapkan dan diperpanjang hingga tanggal 25 Oktober 2023.
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menerangkan, sejumlah upaya dan capaian Pemkot Bandung dalam penanganan darurat sampah.
Dijelaskan Ema, bahwa per 22 Oktober 2023 total sampah organik yang berhasil diolah sebesar 5,98 ton per hari.
Sedangkan sampah anorganik 5,07 ton per hari. Sementara sampah residu sebanyak 0,69 ton per hari. Jika ditotal sekitar 11,74 ton sampah per hari berhasil diolah.
Baca Juga: Cara Melembutkan Rambut dengan Mudah Menurut Dokter, Ternyata Gampang Banget Deh
"Meski belum signifikan, namun kami melihat ada progres," kata Ema.
Di samping itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mendorong Pemkot Bandung segera berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, dan pemerinta pusat perihal penanganan sampah ini.
"Kita perlu melakukan koordinasi. Pendekatan komunikasi dengan Pemprov Jabar atau Penjabat Gubernur. Juga dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kita sampaikan realitas yang kini terjadi di Kota Bandung," kata Tedy. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi