/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:44 WIB
Ilustrasi Pembunuhan Brigadir J (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Harapan publik agar misteri pembunuhan terhadap Brigadir J dibongkar tuntas, menemukan titik terang.

Inilah yang kini tengah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya, buka-bukaan soal proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

Kapolri tegas mengungkap semua temuan di hadapan Komisi III DPR RI saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI, Selasa (24/8/2022). 

Sebagai bukti komitmen Kapolri dalam penuntasan kasus Brigadir J tersebut, ia lantang berbicara saat rapat dengatr pendapat (RDP) di Gedung DPR. 

Dihadapan anggota DPR, Listyo Sigit Prabowo mengatakan tim khusus akhirnya mudah menyelidiki kematian Brigadir J atau Yosua Hutabarat setelah dirinya mencopot sejumlah pejabat, termasuk saat itu menonaktifkan Ferdy Sambo.

Jenderal Sigit melalui Timsus setidaknya menemukan titik terang pada 5 Agustus usai Bharada E ditetapkan tersangka. Bharada E saat itu mengubah pengakuan jika tidak ada baku tembak di Duren Tiga pada Jumat (8/7/2022).

Dari sanalah juga didapatkan pengakuan jika Brigadir J sudah terkapar bersimbah darah di hadapan Ferdy Sambo.

"Akhirnya dia (Bharada E) menyampaikan almarhum Yosua (Brigadir J) terkapar bersimbah darah. Saudara FS (Ferdy Sambo) memegang senjata dan lalu diserahkan ke RE," kata Listyo, Rabu (24/8/2022). 

Setelah itu, Jenderal Sigit meminta Bharada E untuk berbicara langsung pada dirinya, agar bisa menceritakan semua kebenaran yang terjadi.

Baca Juga: Babak Baru Drama Sambo, Menangis, Minta Maaf, Hingga Dipecat dari Kepolisian

Kepada Jenderal Sigit, Bharada E mengatakan jika dirinya dijanjikan Ferdy Sambo akan mendapatkan SP3 terhadap kasus yang menewaskan Brigadir J. Namun faktanya, Bharada E tetap dijadikan tersangka, dan hal itu membuat dirinya mengakui semua yang terjadi.

"RE (Bharada E) minta disiapkan pengacara baru dan tidak mau bertemu FS (Ferdy Sambo)," tegas Kapolri Jenderal Sigit.

Choirul Anam juga mengungkap bukti baru berupa jejak digital berisi pesan agar TKP Duren Tiga dibersihkan pada Jumat (8/7/2022). 

Ada tiga tembakan yang dilakukan Bharada E, kemudian dua tembakan dari Ferdy Sambo yang diarahkan langsung pada Brigadir J. 

Perintah melalui alat elektronik untuk segera membersihkan TKP. Ketika pembunuhan selesai dilakukan.

"Kami memiliki foto (korban Brigadir J) di tanggal 8 Juli di TKP, pascakejadian. Jenazah Brigadir J masih ada di tempatnya di TKP," kata Choirul Anam.

Load More