/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 00:11 WIB
Harga telur ayam melejit, petani menjerit. (pixabay)

SuaraBandungBarat.id-Kementrian Perdagangan (Kemendag) melalui Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok mencatat harga telur yang kian hari kian naik harganya, kenaikan harga di atas yaitu diangka 31.000/ kg.

Di level pengecer atau warung kecil harganya bisa mencapai 35000/kg, sontak saja membuat kaget para pelanggan.

Tingginya harga telur ayam di pasaran dipengaruhi dampak Covid 19 yang membuat peternak tak banyak melakukan regenerasi, akibatnya terjadi kekosongan produksi, sementara biaya produksi semakin mahal sedangkan permintaan baru normal di akhir-akhir ini pungkasnya 

seperti yang di ungkapkan oleh Agus Sopian (60) yang berprofesi sebagai peternak, Agus mengatakan bahwa harga Telur bisa mencapai 28-29 ribu dari petani. 

"Sekarang naik di Rp 28 sampai 29 ribu saya jualnya, mengikuti daerah lain," kata Agus kepada Suara.com pada Kamis (25/8/2022).

Agus mengungkapkan, sebetulnya harga sudah naik dari bulan Februari kemarin rata-rata telur ayam ditingkatan nasional tercatat di angka 24000/kg, tapi ternyata harga berfluktuasi dari bulan ke bulan sehingga mencapai harga 29000/kg. Bahkan saat ini sudah mencapai 31.000/kg di pasaran.

Agus juga  dengan terpaksa menaikan harga terlur ayam diakrenakan harga pakan yang naik yang semula harganya 5 ribu/kg  atau 320 ribu/karung sekarang menjadi 390 ribu. 

"Harga pakan memang terus naik sejak Lebaran. Sekarang Rp 7.800 per kilogram atau sekarungnya Rp 390 ribu. Sekarang masih bertahan di angka itu," terang Agus.

Awalnya, Agus dan para peternak ayam petelur sempat memilih untuk tidak menaikan harga jual telur ayam meskipun di pasaran sudah naik. Namun, kondisi tersebut malah membuatnya terus merugi sehingga akhirnya sepakat untuk menaikan harga jual.

Baca Juga: TAMAT! Kaisar Ferdy Sambo Dipecat dengan Tidak Hormat sebagai Anggota Polri

Bahkan, Agus terpaksa harus menjual sekitar 200 ekor ayamnya agar biaya operasionalnya tidak terlalu membengkak.

"Akhirnya saya jual 200 ekor ayam supaya pengeluarannya tidak terlalu besar, dan sepakat buat naikin harga. Kalau enggak, pasti saya nombok terus," ucap Agus.

Adapun Pernyatan ibu Siti "kami memita kepada pemerintah untuk segera menurunkan kembali harga telur karena harga segitu cukup mahal" imbuhnya. (Fun)

Sumber: Suara.com

Load More