- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup melonjak 8,15% menjadi Rp292 pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.
- Broker asing UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat pembelian bersih signifikan Rp300,3 miliar di tengah aksi jual asing.
- Penguatan harga BUMI 29,20% dalam sepekan didorong daya serap investor domestik kuat di atas support 264.
Suara.com - Performa saham raksasa batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), ditutup mengesankan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (13/2/2026). Saham emiten kolaborasi Grup Bakrie dan Grup Salim ini melonjak tajam 8,15 persen ke posisi Rp292 per lembar saham.
Aktivitas transaksi BUMI terpantau sangat masif dengan total volume mencapai 1,65 miliar saham yang berpindah tangan melalui 186.756 kali frekuensi. Nilai transaksi harian emiten ini menembus angka fantastis sebesar Rp3,17 triliun.
Menariknya, di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp233,28 miliar di saham BUMI, broker asing UBS Sekuritas Indonesia (AK) justru terlihat melakukan akumulasi besar-besaran.
AK mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp300,3 miliar pada saham BUMI dengan volume 10,6 juta lot di harga rata-rata Rp284.
Langkah AK ini mengindikasikan adanya rotasi dana yang kontras. Broker tersebut terpantau melepas saham-saham perbankan big cap dan mengalihkan likuiditasnya ke sektor energi dan komoditas.
Meskipun dalam sepekan terakhir investor asing membukukan net sell jumbo mencapai Rp1,97 triliun di saham BUMI, harga sahamnya justru mampu menguat sebesar 29,20 persen. Kondisi ini didorong oleh kuatnya daya serap investor domestik.
Berdasarkan analisis teknikal dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), saham BUMI berhasil melakukan rebound dari level support kuat di kisaran 200-238. Keberhasilan BUMI menembus level resistance 264 kini mengubah posisi tersebut menjadi titik support baru.
Selama harga saham mampu bertahan di atas level tersebut, BRIDS memproyeksikan adanya potensi penguatan lanjutan dengan target resistance berikutnya di level 290 hingga 310.
Sementara, Samuel Sekuritas meningkatkan target harga BUMI hingga Rp500.
Baca Juga: Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat
Berita Terkait
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI
-
Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran
-
Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?