SuaraBandungBarat.id - Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat resmi mengumumkan tarif baru untuk bus AKDP kelas ekonomi.
Dalam penjelasnya, Kenaikan tarif itu mulai diberlakukan besok dan paling lambat pada awal pekan depan sebagai penyesuaian atas kenaikan harga BBM bersubsidi.
Kadishub Jabar Koswara menyampaikan, rata-rata kenaikan tarif bus AKDP di Jawa Barat mencapai 15,99 persen.
Naiknya tarif bus AKDP tersebut telah dihitung Dishub atas persentase biaya komponen BBM terhadap biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar 36,87 persen.
"Tarif baru ini sudah disepakati secara resmi dan sudah masuk dalam proses penetapan. Nanti kita keluarkan dulu surat edarannya ke PO-PO bus supaya menjadi referensi dari penyesuaian tarif ini," kata Koswara dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/9/2022).
Koswara menyebut tarif penyesuaian untuk bus AKDP kelas ekonomi itu berlaku untuk 415 trayek yang ada di Jawa Barat.
Kenaikan tak mengalami perubahan dari berita acara kesepakatan penyesuaian tarif yang telah dibahas dan disepakati sebelumnya oleh Dishub dan Organisasi Angkutan Darat (Organda).
"Penyesuaian ini mulai berlaku besok, dan penetapan resminya paling lambat minggu depan yang akan kita keluarkan melalui keputusan gubernur (Kepgub)," tuturnya.
Dijelaskan, Dishub pun memastikan akan turut mengawasi pemberlakukan tarif terbaru untuk bus AKDP kelas ekonomi tersebut.
Baca Juga: Deretan Film yang Memuat Kisah Hidup Ratu Elizabeth II
Koswara menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika ada PO nakal yang menetapkan tarif diluar keputusan pemerintah.
"Ini akan disosialisaikan ke PO-PO yang terdaftar di Dishub. Dan kalau ada PO yang melanggar, itu bisa dihentikan izinnya, ada sanksi dari provinsi sebagai pengelola," ujarnya.
Adapun rincian tarif baru bus AKDP kelas ekonomi di Jawa Barat dihitung per kilometer adalah sebagai berikut:
Tarif Batas Atas
- Bus Kecil Rp 346,50
- Bus Sedang Rp 346,07
- Bus Besar Rp 478,89
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir ke Presiden, Berkasnya Setebal 3000 Halaman
-
Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
Sawit Melimpah, Minyak Mahal: Ada Apa dengan Logika Kita?
-
6 Fakta Penting Hantavirus, Virus Menular yang Mewabah di Kapal Pesiar Mewah