/
Selasa, 13 September 2022 | 21:41 WIB
Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang diikuti oleh kelompok mahasiswa dan pelajar Selasa (13/9/2022) sore di Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, semakin memanas. (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Kebijakan Pemerintah Jokowi menaikkan harga BBM menuai protes dari berbagai kalangan. Tak terkecuali mahasiswa dan pelajar yang terus melakukan aksinya hingga saat ini. 

Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang diikuti oleh kelompok mahasiswa dan pelajar Selasa (13/9/2022) sore di Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, semakin memanas.

Berdasarkan pantauan Suara.com, massa dari kelompok mahasiswa dan pelajar itu membakar barrier bewarna oranye. Mulanya, massa menyiram barrier tersebut dengan menggunakan bensin.

Berikutnya nampak seorang pria melempar kayu kecil yang terbakar ke arah barrier tersebut. Seketika api lalu membakar barrier itu dan membuat orang-orang yang ada di sekeliling barirrer itu kocar-kacir.

Tidak hanya itu, situasi pun semakin memanas saat beberapa orang dari massa aksi melempar botol dan batu ke arah barikade polisi yang ada di balik kawat berduri. 

Polisi lalu meminta massa untuk tidak terpancing emosi dan tertib untuk membubarkan diri dan pulang ke rumahnya masing-masing.

Kerumunan massa aksi tampak tak menggubris ucapan polisi. Massa memaksa tetap ingin bertemu Presiden Joko Widodo di Istana.

Terdengar melalui pengeras suara polisi meminta agar massa segera pulang.

"Silakan teman-teman mahasiswa dan pelajar semua pulang dengan hati-hati. Karena waktu untuk unjuk rasa sudah selesai. Saat ini sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB," kata seorang polisi melalui pengeras suara.

Baca Juga: Ratusan Pesan Masuk WhatsApp Cak Imin, Data Pribadinya Diretas dan Disebar Bjorka

Massa Beri Kue Ulang Tahun ke Polisi

Demo tolak kenaikan harga BBM di Bundaran Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022) sore ini dihiasi dengan aksi teaterikal hingga lempar ban terbakar ke kawat berduri milik polisi.

Aksi teaterikal itu menampilkan seorang mahasiswi yang memakai topeng Ketua DPR RI Puan Maharani seolah-olah sedang mengadakan acara ulang tahun. Tak lupa, lagu khas acara ulang tahun dari Jamrud pun disetel massa mahasiswa dari mobil komando.

Seorang orator menyampaikan acara ulang tahun Puan saat buruh berdemo di depan Gedung DPR RI merupakan sebuah bentuk penghinaan.

"Saat buruh berdemo di depan DPR, teganya mereka malah bersorak, benyanyi ulang tahun untuk Puan Maharani. Ini merupakan sebuah penghinaan," kata sang orator.

Setelah itu, mahasiswi bertopeng Puan itu membawa kue ulang tahun untuk diserahkan kepada polisi. Kue ulang tahun itu pun diletakkan di atas kawat berduri.

Sumber : Suara.com

Load More