SuaraBandungBarat.id - Seribu warga di desa ini menyandang gelar YouTuber. Sangat aktif bikin konten komedi hingga video balap.
Di zaman yang sudah maju ini, bagi sebagian orang, merekam kegiatan yang mereka lakukan dan membagikannya kepada banyak orang adalah suatu kesenangan tersendiri.
Terlebih konten yang mereka hasilkan juga bisa menambah pundi-pundi rupiah. Maka, tak jarang orang-orang saat ini sangat aktif membuat konten di media sosial.
Namun, apa jadinya jika dalam satu wilayah, bukan hanya satu atau dua orang yang menjadi konten kreator, melainkan sampai ribuan orang? Hal itu lah yang terjadi di desa ini.
Melansir dari UK Metro, dicuplik dari tribunnews.com, Sabtu, 17 September 2022, sebuah desa di kota Rajpur, India, mendadak menjadi populer karena memiliki 40 saluran YouTube dan sekitar 1.000 dari 3.000 penduduknya adalah YouTuber.
Desa Tulsi, di negara bagian Chhattisgarh dikenal banyak orang karena penduduknya menghasilkan begitu banyak konten online sehingga dijuluki 'desa YouTube.'
Berdasarkan rekaman Selasa lalu, warga terlihat merekam aktivitas warga lainnya saat sedang mengoperasikan traktor. Lalu, juga ada yang merekam saat anak-anak berlarian di jalan-jalan desa.
Beberapa dari mereka bahkan menggunakan drone untuk mendapatkan rekaman yang lebih baik. Sementara, beberapa dari mereka membantu dari sudut pandang teknis.
"Seperti yang Anda lihat di setiap lokasi di desa kami, penduduk dari segala usia adalah seniman. Kami memproduksi video untuk YouTube," papar Chetan Nayak dikutip dari Kosmo, Sabtu (17/9/2022).
Baca Juga: Manfaat Sawi Putih Bagi Tubuh
"Karena itu, semua orang menyebut desa kami 'Desa YouTube'," sambungnya.
Sementara itu, produser konten YouTube, Aditya Vaghil mengatakan, sebagian besar warga Tulsi memiliki kanal YouTube sendiri.
"Kami memproduksi video komedi, program berdasarkan lagu dan video balap. Hampir semua jenis seniman ada di desa ini," ujar Aditya.
Beberapa warga mengaku melakukan kegiatan tersebut secara penuh. Warga juga mengaku bisa mendapatkan penghasilan dua atau tiga kali lipat dari pekerjaan mereka sebelumnya.
Sebagai informasi, produser konten termuda di desa itu adalah remaja berusia 15 tahun. Sedangkan, yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah nenek berusia 85 tahun.
Messiah Bentley, lebih dikenal dengan nama Super Siah, gaya hidupnya kini menjadi sorotan sebagian publik Paman Sam (Amerika Serikat).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Changan Indonesia Siap Rilis Tiga Mobil Baru Sepanjang 2026, Deepal S05 REEV Jadi Model Perdana
-
Tren PayLater untuk Beli Elektronik Meningkat: Ini Peran Indodana di Era Belanja Digital 2026
-
5 Smartwatch Mirip Apple Watch Termurah 2026, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Mengapa Overthinking Adalah Musuh Terbesar Produktivitasmu?
-
Realme Narzo 100 Lite 5G Rilis 14 April, Baterai 7000mAh, Layar 144Hz, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'
-
Kisah Desi dan Aini: Saat Idealisme Guru Bertemu Tekad Baja Sang Murid
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kos, Tubuh Sudah Hitam-Bengkak