SuaraBandungBarat.id - Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, kembali Pemerintah akan merencanakan penghapusan (BBM) dengan angka oktan rendah.
Artinya, BBM dengan angka oktan rendah seperti Pertalite dan Pertamax akan terancam dihapuskan, hingga mengakibatkan melambungnya harga BBM di Indonesia yang diperkirakan akan menembus angka Rp15.000 per liter, benarkah?.
Kini beredar kabar bahwa pemerintah akan menarik peredaran BBM subsidi dan nonsubsidi, Pertalite dan Pertamax dengan angka oktan yang masih dibawah standar emisi Euro-4.
Dimana dalam standar angka oktan menurut standar emisi Euro-4 yakni menembus ROM 95 hingga RON 98.
Saat ini angka oktan untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax masih dibawah dari angka standar Euro 4.
Dengan besaran oktan Pertalite di angka 90 dan pertamax diangka 92, yang artinya kedua jenis BBM tersebut terancam dihapus dari peredaran di Indonesia.
Berdasarkan Undang-undang yang berlaku, hal tersebut sudah tertera dalam Putusan Peraturan Menteri (Permen) LHK No 20 Tahun 2017 tentang pemberlakuan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan standar emisi Euro-4.
Dalam penjualan BBM, pemerintah dan pertamina juga mengeluarkan BBM jenis pertamax turbo yang dianggap sebagai Bahan Bakar Minyak yang sesuai standar emisi Euro-4.
Pertamax turbo diketahui memiliki standar yang cukup tinggi dibandingkan dengan BBM jenis Pertalite dan Pertamax, dimana Pertamax turbo memiliki angka oktan RON 98.
Baca Juga: Doa agar Hati Tenang dan Hilangkan Rasa Cemas
Akan tetapi masyarakat Indonesia harus bersiap-siap dengan mengeluarkan dana yang lebih besar, diketahui harga pertamax turbo saat ini sudah mencapai harga Rp15.000 per liternya.
Harga Pertamax turbo yang lebih tinggi dibandingkan Pertalite dan Pertamax dinilai cocok dengan kendaaran roda dua maupun roda empat dengan keluaran terbaru.
Selain itu oktan yang lebih tinggi juga sudah mulai dijual oleh SPBU swasta dengan harga yang bersaing.
Mulai dari SPBU Vivo dan Shell yang juga menjual oktan RON 95 hingga RON 98, mulai dari harga Rp16.100 hingga Rp16,470.
Namun hingga saat ini rencana tersebut masih menjadi wacana dan masih belum mulai diperbincangkan lebih lanjut.
Peredaran BBM jenis Pertalite dan Pertamax saat ini masih dilakukan oleh pertamina, dan masih belum diketahui kapan rencana tersebut akan diberlakukan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Besar Kembali Mengintai Sumsel?
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Kembalikan Uang Hanania Travel, Dara Arafah Mengaku Lebih Kasihan dengan Para Korban
-
Ada Pemeliharaan Darurat, Ini Wilayah di Cianjur yang Alami Pemadaman Listrik Terencana
-
Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026