/
Selasa, 20 September 2022 | 16:53 WIB
Pasukan TPNPB-OPM Papua. (Suara.com/ (Foto dok, Jubir TPNPB OPM Sebby Sambom).)

SuaraBandungBarat.id - Tindak kekerasan di Papua hingga kini masih bergolak. Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

TPNPB-OPM mengkliam telah menyerang pos dan menembak mati dua prajurit TNI di Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Senin (19/9/2022). 

Berikutnya, TPNPB-OPM menyebut serangan tersebut sebagai bentuk balas dendam pasca kejadian mutilasi yang dilakukan prajurit TNI terhadap empat orang asli Papua yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Sudah dapat ditebak, staf operasi Kodap VIII TPNPB-OPM Intan Jaya, Lewis Kogoya mengungkapkan kalau dirinya tidak terima atas adanya pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh beberapa prajurit TNI.

"Untuk aksi balas dendam ini kami berhasil serang pos keamanan di Titigi, Kabupaten Intan Jaya dan pos ini merupakan milik anggota TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya," kata Lewis dalam laporannya yang dikutip Suara.com, Selasa (20/9/2022).

Aksi balas dendam ini berhasil menyerang pos Keamanan di Titigi, Kabupaten Intan Jay, dan Pos ini merupakan milik anggota TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, sebagaimana diungkapkan oleh Lewis Kogeya. 

Lewis bersama Panglima Kodap VIII Intan Jaya Undius Kogeya beserta pasukan berhasil membunuh dua prajurit TNI. Sementara satu orang lainnya mengalami luka tembak. Dia mengklaim kalau baku tembak masih terjadi hingga saat ini.

Lewis Kogoya pun mengatakan jika hal tersebut bakal terus dilakukan untuk balas dendam serta menuntut hak politik penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

"Maka pasukan TPNPB-OPM yang dipimpin Undius Kogeya, Lewis Kogeya, Apeni Kobogau akan terus lancarkan serangan di seluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya," tuturnya.

Baca Juga: Kronologi Adik Acha Septriasa Dituding Rasis, Begini Ceritanya

Sumber: Suara.com

Load More