/
Selasa, 20 September 2022 | 21:19 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo - biodata Listyo Sigit Prabowo (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraBandungBarat.id - Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo ungkap pernyataan tegas terkait Polisi yang menjadi sorotan usai dikritik Najwa Shihab.

Dikabarkan, Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada saat wawancara di salah satu stasiun TV tahun 2021 lalu mengatakan bahw diperbolehkan untuk memberi kritik pada Polisi.

Bahkan orang nomor satu di Kepolisian ini menyatakan bahwa kritik yang pedas merupakan sahabat dari Kapolri.

"Jangan ragu-ragu lagi saya sampaikan bahwa yang berani mengkritik paling pedas untuk polisi itu jadi sahabatnya Kapolri," ujar Listyo Sigit dikutip dari Suara.com Selasa, 20 September 2022.

Lebih lanjut, Listyo ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui apa tanggapan tentang polisi.

"Saya ingin memberi ruang kepada masyarakat, kita benar-benar ingin tahu apa yang dipikirkan masyarakat tentang polisi," tambahnya.

Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa ia mengajarkan pada anggota polisi lain bahwa kritik merupakan suatu yang harus dirasakan oleh para polisi.

"Dan ini juga saya ajarkan pada anggota, dan ini loh yang harus kita perbaiki jangan istilahnya buruk muka cermin dibelah," tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi perbincangan karena Najwa Shihab seorang jurnalis berpikiran kritis memberikan kritik pada polisi karena kerap memamerkan kemewahan.

Baca Juga: Diundang KSP, Sekda Kota Depok Bicarakan Permasalahan Pembangunan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3

Bahkan ia menghimbau kepada masyarakat untuk jangan mau ditakut-takuti oleh polisi untuk mendapatkan keadilan.

Disisi lain, pernyataan Najwa Shihab tersebut menuai kontra sejumlah kalangan yang merasa keberatan dengan statmen Presenter ternama sekaligus jurnalis kritis.
 
Video Najwa Shihab yang sebelumnya viral 'Najwa Shihab Kritik Polisi' belum lama ini dibantah oleh Nikita Mirzani yang bilang bahwa tidak semua polisi hidup mewah.

Nikita juga membuat pernyataan bahwa seharusnya Najwa Shihab tidak menyamaratakan dengan sebut institusi melainkan oknum.

Atas permasalahan tersebut, lembaga non-profit Sahabat Polisi Indonesia meminta agar Najwa Shihab meminta maaf karena telah mengkritisi polisi.

Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanzabela meminta Najwa Shihab meminta maaf Polri, karena pernyataan perempuan 45 tahun itu dianggap menyesatkan.

"Bijaklah berpikir dan bersikap, karena masih banyak polisi di daerah yang hidup jauh dari kata mapan. Coba lah hidup bersama dengan kondisi Polri lebih lama lagi. Pelajari dan cermati apa yang ada sebenarnya teliti secara komprehensif dan objektif," ujar Zanzabela dalam keterangan resminya kepada wartawan, dikutip dari Suara.com, Selasa 20 September 2022.

Load More