/
Selasa, 20 September 2022 | 21:05 WIB
HUT PMI di Bandung. (Humas Bandung)

TANTRUM - Penyakit kelainan darah atau thalasemia menjadi salah satu fokus yang dihadapi PMI Kota Bandung. Tantangan ini pula yang menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan di bidang thalasemia.

“Di samping tugas lain, kita juga fokus mengenai pemutusan Thalasemia. Ini menjadi program prioritas kami pada tahun 2023. Thalasemia ini bukan penyakit menular, tapi membutuhkan biaya yang besar,” kata Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, seusai acara HUT PMI, Selasa, 20 September 2022.

Ia berharap, dalam momentum HUT ke-77, PMI harus semakin bisa dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. 

Oleh sebab itu, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan terbaik di bidang SDM maupun pada peralatan yang dimiliki.  

Baginya, PMI memiliki filosofi tugas seperti tangan di bawah dan tangan di atas. Tangan di bawah karena PMI menerima bantuan dari berbagai sektor untuk melayani publik.

“Sedangkan tangan di atas, seluruh bantuan yang diperoleh PMI terus diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami mengedepankan kegiatan yang berfokus pada layanan kemasyarakatan,” imbuhnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Unit Transfusi Darah, Uke Mutimanah menuturkan, mulai dari awal Agustus setelah peraturan PPKM level 1 berlaku di Kota Bandung, terjadi peningkatan jumlah pendonor. Kenaikannya 80 persen, sehingga PMI bisa memenuhi kebutuhan darah untuk rumah sakit (RS) di Kota Bandung. 

“Kita bisa menyimpan stok ideal empat hari untuk kebutuhan RS. Sehari itu kebutuhannya 500 kantong labu dengan golongan darah yang bervariasi. Berarti dalam empat hari itu kita sudah bisa menyediakan 2.000 labu darah untuk 43 rumah sakit,” ungkap Uke.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan, PMI merupakan mitra strategis yang sangat dibutuhkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Baca Juga: Angka Kecenderungan Bunuh Diri Warga Indonesia Mengkhawatirkan

“Di saat ada kebencanaan dan masyarakat yang membutuhkan khususnya mengenai kebutuhan darah itu selalu bisa terakomodasi. PMI berusaha menyediakan kebutuhan masyarakat menengah bawah dalam penyediaan kantong mayat setiap bulannya,” ujar Ema seusai acara HUT PMI, Selasa, 20 September 2022.

Selain itu, ia menyebutkan, PMI selalu sigap dalam pelayanan berbagai hal. Khususnya kebutuhan darah dan bantuan dalam penanganan kebencanaan secara umum.

“Beberapa pelayanan yang terus berjalan seperti donor darah dan kegiatan relawan cepat tanggap bencana. Kegiatan ini menjadi prioritas karena masyarakat masih dalam keadaan rentan berbagai penyakit, bencana alam, dan kekerasan komunal,” ucapnya.

Kepala Unit Transfusi Darah, Uke Mutimanah menuturkan, mulai dari awal Agustus setelah peraturan PPKM level 1 berlaku di Kota Bandung, terjadi peningkatan jumlah pendonor. Kenaikannya 80 persen, sehingga PMI bisa memenuhi kebutuhan darah untuk rumah sakit (RS) di Kota Bandung. 

“Kita bisa menyimpan stok ideal empat hari untuk kebutuhan RS. Sehari itu kebutuhannya 500 kantong labu dengan golongan darah yang bervariasi. Berarti dalam empat hari itu kita sudah bisa menyediakan 2.000 labu darah untuk 43 rumah sakit,” ungkap Uke. 

Load More